HomeCeloteh‘Mantan’ Jokowi Yang Tersakiti

‘Mantan’ Jokowi Yang Tersakiti

Kecil Besar

“Jika Jokowi terpilih lagi, masa depan bangsa dan rakyat Indonesia dalam bahaya. Ini yang tidak kita inginkan.” ~ Kordinator Komunitas Relawan Sadar, Amirullah Hidayat.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]alah satu sudut pandang politik tertentu, terkadang memiliki unsur romantisme. Bagai sebuah kisah cinta, adakalanya manis dan ada pula yang pahit karena bertepuk sebelah tangan. Dan disaat cinta itu bertepuk sebelah tangan, di situlah ada hati yang tersakiti. Makjleb di hati kayak lagu ‘Pupus’ Dewa-19.

Ya seperti perasaan dua mantan pendukung Jokowi, Amirullah Hidayat dan Syafti Hidayat. Amirullah merupakan Kordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa), sedangkan Syafti adalah pendiri Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP). Cucok Meong banget sih Dua Hidayat ini.

Keduanya kini mengaku tobat dengan kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden. Menurut mereka, dalam kurun waktu tiga tahun aja, Indonesia dibikin berantakan. Untuk itu mereka merapatkan barisan agar bisa mempersuasi masyarakat agar Jokowi tidak lanjut dua periode. Wuidih militan abis.

Keduanya memang baru-baru ini mengadakan pertemuan tertutup pada Minggu malam di kawasan Tebet, Jakarta Selatan (1/4). Ayo ada yang tau apa agenda pertemuannya? Ya apalagi coba kalau bukan mempersuasi masyarakat agar stop mendukung Jokowi, sehingga kandas dua periode.

Masa sih Indonesia seberantakan itu? Ada yang sepakat dengan Duo Hidayat ini? Kuy lah kita liat apa aja yang telah dilakukan Pemerintahan sekarang dalam kurun waktu tiga tahun tersebut. Kalian bisa intip-intip selengkapnya pada laporan tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK.

Pemerintahan yang sekarang gak berkesan Auto Pilot karena berperan aktif kerja nyata untuk pembangunan bangsa. Pemerintahan sadar benar kalau bangsa ini mau maju, ya masyarakatnya harus keluar dari zona nyamannya. Karena sudah terlalu lama bangsa ini di nina bobokan.

Apa yang dilakukan Pemerintahan Jokowi itu sederhana aja kok sebenarnya, yakni kerja nyata membangun negeri yang tertampung dalam Nawacita. Dan untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah. Karena banyak pihak yang merasa resah jika Nawacita sukses diterapkan.

Lha ada toh pihak-pihak yang gak ingin Indonesia maju? Ya ada dungs, banyak malahan. Sebut saja mereka dengan makhluk bernama ‘Mafia’. Makhluk ini tidak berwujud, tapi ada di mana-mana. Di eksternal pemerintah (swasta), maupun internal pemerintah (birokrat).

Kalau sampai Pemerintah dan Rakyat kompak membangun Indonesia, ya mereka adalah pihak yang pertama teriak menderita. Karena banyak lahan penghasilan para mafia ini yang perlahan tertutup akibat penataan pelayanan pemerintahan yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Pergerakan mafia dipersempit dengan adanya Reformasi pada beberapa sektor seperti Anggaran, Agraria, Kemaritiman, Migas, dan Perdagangan. Semua kebijakan ini berfokus pada Perbaikan internal pelayanan, Pembersihan birokrasi dari Mafia, dan Membangun pondasi ekonomi masa depan.

Pemerintahan Jokowi bukanlah pemerintahan yang tak tercela, pastilah ada banyak ditemukan kecacatan. Jadi wajar kalau Duo Hidayat, mantan pendukung Jokowi ini, melakukan kritik dan berpendapat agar Jokowi tidak lanjut dua periode. Eits tapi tunggu dulu, obyektif gak nih kritikannya?

Pasalnya, akan selalu ada kemungkinan kritikan seperti ini didukung oleh pihak-pihak berkepentingan di belakangnya. Siapa itu? Ya orang-orang yang merasa gerah dengan berbagai kebijakan Jokowi selama tiga tahun ini. Bisa jadi para Mafia mendompleng gerakan kritikan semacam ini. Ya kalau sampai Jokowi lanjut dua periode, mmm, modar itu semua mafianya, buahahaha. (K16)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...