HomeCelotehMahfud MD Jadi “Korban Industri”?

Mahfud MD Jadi “Korban Industri”?

“Membangun kota dan peradaban sendiri (pasar bisa diciptakan). Bermusim pada belantara sendiri (pasar bisa diciptakan),” – Efek Rumah Kaca, Biru


PinterPolitik.com

“Hukum bisa dibeli”, kata-kata yang sering diungkapkan banyak orang melihat kondisi hukum di negeri ini. Tudingan kalau yang kaya bisa membeli hukuman, yang berduit bisa lepas dari sanksi, atau yang berkocek tebal bisa menangkan gugatan adalah hal yang ada di benak banyak orang saat ini.

Nah, nuansa serupa sepertinya ditangkap oleh Menkopolhukam Mahfud MD. Kalau kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, saat ini industri hukum masih terjadi dalam prakti penegakan hukum. Memangnya apa sih industri hukum itu?

Industri hukum yang dimaksud Pak Mahfud merujuk kepada proses penegakan hukum yang membuat orang tak bersalah dibuat sedemikian rupa jadi bersalah, sementara yang bersalah dibuat sedemikian rupa jadi tidak bersalah. Ckckckck.

Oleh karena itu, Pak Mahfud meminta agar para penegak hukum untuk menegakkan hukum dengan memenuhi unsur keadilan. Ungkapan ini ditujukan kepada para penegak hukum baik itu kepolisian, kejaksaan, maupun hakim.

Sebagai menteri yang berkaitan dengan hal itu jelas Pak Mahfud dibuat harus kerja ekstra keras agar hal itu bisa selesai. Dari kerja keras itu kita mungkin jadi bisa bertanya, apakah Pak Mahfud jadi korban industri hukum?

Terlepas dari hal itu, kalau memang serius ingin menghentikan industri hukum, Pak Mahfud sebenarnya punya kuasa untuk itu. Idealnya, Pak Mahfud punya kebijakan khusus agar penegakan hukum yang tak adil itu bisa dihapuskan dari negeri ini. Kan pemerintah bisa mengambil inisiatif untuk memperbaiki undang-undang yang terkait dengan para penegak hukum itu.

Selain itu, Pak Mahfud dan jajaran pemerintah juga idealnya tidak melemahkan institusi yang bisa memberantas pelaku industri hukum. Misalnya, KPK jangan sampai dilemahkan karena mereka kan bisa menindak penegak hukum yang terbukti menjadikan hukum sebagai industri.

Baca juga :  Megawati-Puan Maju di 2024?
- Advertisement -

Sebagai seorang ahli hukum, mungkin Pak Mahfud udah punya strategi agar penegakan hukum jadi lebih adil. Kita nantikan aja langkah Pak Mahfud, semoga berhasil dan gak jadi korban industri secara lebih jauh. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Mampukah Gus Yahya “Jatuhkan” Cak Imin?

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi hubungan yang tidak mesra antara PKB dengan PBNU. Jika ketegangan terus...

Joe Biden Menginspirasi Prabowo?

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari, KH Irfan Yusuf Hakim (Gus Irfan), menyebut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah berucap bahwa Prabowo...

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mengapa Jokowi Merasa Kesepian?

Rocky Gerung menyebut batin Jokowi kini tengah kesepian kala momen Hari Raya Idulfitri 1443H. Mengapa Jokowi merasa kesepian?

Megawati sang Profesor

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of The Arts (SIA), Korea Selatan. Apakah ini menunjukkan Megawati seorang politisi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Kenapa Megawati Singgung BTS?

Ketika menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA) Korea Selatan (Korsel), Megawati Soekarnoputri menyebut tidak ingin kalah dari cucunya yang...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...