HomeCelotehLuhut si ‘Susano’ Pelindung Jokowi

Luhut si ‘Susano’ Pelindung Jokowi

Kecil Besar

“Ada yang kritik tapi membangun, dia bilang kasih sertifikat kibulin rakyat. Dulu itu urus lama sekarang cepat, jadi asbun (asal bunyi) aja. Saya pikir enggak boleh asal ngomong saja.” ~ Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]agi kalian penggemar berat film animasi jepang (anime) Naruto, pasti udah akrab dung ya dengan klan Uchiha. Klan ini memiliki keunikan karena jurus ninjanya yang bernama Susano’o atau Susano. Susano merupakan jurus pelindung dalam bentuk makhluk besar yang menyelimuti tubuh si penggunanya. Jurus ini memiliki serangan dan pertahanan yang tak tertembus. Tsadeest.

Nah dalam dunia politik, Presiden Jokowi ini udah kayak karakter Sasuke dalam anime Naruto loh. Jadi Jokowi sebagai Sasuke, memiliki jurus pelindung tak tertembus bernama Susano. Setiap ada yang mencoba mengkritik keras, sudah pasti akan berhadapan dengan jurus ini. Seperti yang dialami Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais.

Amien memang termasuk politisi yang gemar mengkritik Jokowi. Kritikan terbarunya, menyebutkan bahwa kebiasaan Presiden dalam membagi-bagikan sertifikat tanah kepada masyarakat, adalah pengibulan alias pembohongan. Tapi sepertinya tudingan ini gak diimbangi dengan alasan yang mendasar deh. Jadi wajar kalau banyak juga pihak yang kontra terhadap pandangan ini.

Salah satu orang yang paling sebel dengan tudingan receh ini, ya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Gak tanggung-tanggung, Luhut bahkan menyemprot balik tudingan Amien. Nah, sifat spontanitas untuk melindungi Jokowi ini seakan-akan seperti jurus Susano dari Klan Uchiha. Bahkan tanpa diminta, Susano akan keluar dengan sendirinya untuk melindungi si pemilik jurus.

Kalau Susano udah keluar, kelar deh, jangan harap bisa ngumpet, sampe ujung dunia juga tetep dikejar. Itu sebabnya Luhut memperingatkan Amien dengan nada keras untuk berhati-hati dalam bertutur kata. Kalau masih suka asal kritik, Luhut bahkan mengancam akan menguak dosa-dosa Amien di masa  menjabat sebagai Ketua MPR dulu. Ngeri-ngeri sedap nih ancamannya.

Baca juga :  Strategi “Gajah” Kaesang masuk Pesantren ?

Luhut memang terlihat marah besar, ketika junjungannya itu dikritik dengan tudingan yang gak berdasar. Dalam usia Amien sekarang yang menginjak 73 tahun, entah apa yang sedang ia cari dengan mengkritik Presiden seperti itu. Apa udah gak ada isu berkelas yang bisa diangkat lagi nih untuk mengkritik Jokowi? Masa sekelas Amien masih main isu receh gitu sih. Hadeuh, aya aya wae ah. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...