HomeCelotehLuhut Bicara, Perppu KPK Batal?

Luhut Bicara, Perppu KPK Batal?

Kecil Besar

“Jangan bicara soal idealisme. Mari bicara berapa banyak uang di kantong kita,” – Iwan Fals, Jangan Bicara


Pinterpolitik.com

Gelombang untuk kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK tampak semakin membesar. Banyak orang menilai kegentingan yang jadi syarat penerbitan peraturan itu sudah terpenuhi karena sudah jatuh korban akibat demonstrasi.

Pak Jokowi sendiri sepertinya sudah mulai mempertimbangkan opsi Perppu tersebut. Mungkin Pak Jokowi sudah mulai terbuka ya setelah melihat berbagai gelombang demonstrasi beberapa waktu terakhir ini.

Sayangnya, kayaknya tidak semua orang di lingkar kekuasaan Pak Jokowi ini setuju dengan wacana Perppu tersebut. Mulai dari partai-partai pengusung hingga Wapres Jusuf Kalla punya suara agar Perppu ini tidak terbit.

Nah, di antara orang-orang tersebut, ada pula nama Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang melontarkan pernyataan terkait Perppu KPK. Menurut Pak Luhut, Pak Jokowi ini tidak bisa menerbitkan Perppu karena sudah masuk ke ranah yudikatif. Ia menilai bahwa Pak Jokowi lagi boleh mencampuri proses tersebut.

Wah, kalau Pak Luhut sudah bicara, mungkin aja wacana Perppu KPK ini betulan batal Share on X

Wah, kalau sudah begini, sepertinya masyarakat dan tokoh-tokoh senior harus kecewa. Pasalnya, kalau kita ingat persona publik Pak Luhut, bisa jadi ini adalah gambaran sikap dari pemerintahan Pak Jokowi.

Kita tuh udah sering banget disuguhkan dengan penampilan Pak Luhut yang mengurusi berbagai hal di pemerintahan Pak Jokowi. Dari perkara urus pernikahan anak presiden sampai penyelanggaraan pertemuan IMF-Bank Dunia semua ada Pak Luhutnya. Pokoknya, serba diandalkan deh Pak Luhut ini.

Nah, sikap ini kadang-kadang membuat Pak Luhut kerap dianggap sebagai super minister atau bahkan ada yang menganggapnya sebagai prime minister atau perdana menteri. Berdasarkan perumpamaan itu, orang kadang suka bercanda kalau Pak Luhut inilah kepala pemerintahan di kabinet saat ini.

Baca juga :  Kicepisme Pragmatis Politik

Di situlah letak potensi kekecewaan masyarakat terkait Perppu. Kan Pak Luhut ini kerap mewakili sikap pemerintahan Pak Jokowi untuk segala urusan. Kalau Pak Luhut sudah bilang Pak Jokowi tak bisa ikut terbitkan Perppu, maka bisa aja itu menggambarkan hal sebenarnya karena Pak Luhut adalah menteri yang kerap jadi wajah pemerintah.

Wah, gimana dong, kalau menteri serba bisa sekelas Pak Luhut sudah bicara, masyarakat bisa apa lagi? Mungkin, masyarakat hanya bisa berdoa bahwa untuk kali ini, Pak Luhut sedang mewakili dirinya sendiri, bukan sikap pemerintahan Pak Jokowi secara umum.

Selain itu, masyarakat juga jelas berharap, Pak Jokowi punya sikap sendiri terkait Perppu ini, tidak harus diwakili oleh Pak Luhut, Pak JK, atau partai-partai pengusungnya. Kan, Pak Jokowi sudah mempertimbangkan Perppu toh? (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...