HomeCelotehLogical Fallacy Sudirman Said

Logical Fallacy Sudirman Said

Kecil Besar

”Sejak KPK berdiri, sudah 32 Kepala Daerah Jawa Tengah dicokok. Dan sekarang, Ganjar bolak balik ke KPK sebagai saksi kasus korupsi KTP-el. Kami tidak ingin tambah jumlah itu.” ~ Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said.


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]ebat panas mewarnai perhelatan Pilkada Jawa Tengah antara Calon Gubernur Petahana, Ganjar Pranowo dengan Calon Gubernur penantang, Sudirman Said. Bahkan Sudirman tampak berkali-kali menyudutkan Ganjar dengan tudingan berbagai kasus korupsi yang menjerat banyak kepala daerah Jawa Tengah.

Menjadi Cagub penantang memang serba ditemukan dengan keterbatasan. Prestasi belum punya, program visi-misi masih ngawang, eh prestasi kerja Cagub Petahananya bagus. Kan amsyong banget. Ya dari pada bingung mau ngapain di atas panggung debat, mendingan menciptakan tudingan gak berdasar. Biasanya sih, jurus ini dikeluarkan kalau udah kepepet banget atau memang kompetitor lawan politiknya kelewat gak kekejar.

Salah satu tudingan Sudirman kepada Ganjar adalah mengenai banyaknya kepala daerah Jawa Tengah yang terjerat korupsi. Karena menurut Sudirman, sejak KPK berdiri, sebanyak 98 kepala daerah telah dicyduk oleh lembaga antirasuah tersebut. Dan sebanyak 32 di antaranya berasal dari Jawa Tengah.

Tapi pas Ganjar menanyakan detail periode menjabatnya 32 kepala daerah Jawa Tengah itu dicyduk KPK, Sudirman gak bisa menjelaskan secara gamblang. Mmm, artinya apa nih? Ganjar bahkan berani menantang balik apakah 32 pajabat tersebut dicyduk ketika era kepemimpinan Ganjar? Ayo loh, ditantang buktikan balik.

Dan Sudirman cuma diam seribu bahasa. Lah, abis menggiring opini publik kalau semasa pemerintahan Ganjar seakan darurat korupsi, eh pas ditepis balik malah mingkem bae. Aya aya wae ah Sudirman. Tenang, masih ada 1000 jurus tudingan lagi. Kan lumayan menang Pilkada modal tudingan doang. Zzzz.

Kali ini, Sudirman kembali menggiring opini masyarakat tentang keterlibatan Ganjar dalam kasus korupsi KTP-el. Belakangan kan Ganjar sering bolak-balik tuh ke KPK terkait kasus korupsi KTP-el. Jadi sekalian aja digiring opini kalau Ganjar juga memang terlibat. Kan lumayan bisa jatuhin citra Gubernur Petahana.

Hadeuh, ini Sudirman mau nyagub modal apaan sih. Dia kok gak terlalu mengeksplor program kerjanya sih, malah sibuk tuding sini tuding sana. Tudingan Logical Fallacy (Logika Sesat) yang disampaikan Sudirman ini, mirip seperti yang disampaikan Irvin (2014) sebagai The straw man.

Yaitu kesesatan berdasarkan manipulasi argumentasi yang selalu menempatkan posisi “lawan” sebagai posisi yang ekstrim, mengancam, atau tidak masuk akal berdasarkan kenyataan atau fakta yang sebenarnya terjadi. Cirinya adalah membuat interpretasi yang salah dari argumen orang lain agar lebih mudah diserang. Shame on you, Sudirman! (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...