HomeCelotehKampanye Bias, Jokowi vs Sandi

Kampanye Bias, Jokowi vs Sandi

Kecil Besar

“Kita mungkin harus serius mencari tahu. Ada apa sebenarnya dengan masalah hati manusia? Kenapa cinta bisa menjadi bias? Antara penjajahan, pengabdian, atau penghambaan?”


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]iapa sih gengs yang peduli sama KPU dan Bawaslu? Partai politik, masyarakat, simpatisan partai atau simpatisan calon legislatif? Ayo gengs, siapa yang peduli sama dua lembaga ini? Weleh-weleh.

Masalah ribut-ribut di KPU dan Bawaslu soal kasus pencalonan anggota legislatif yang berstatus mantan koruptor aja enggak selesai-selesai sampai sekarang. Gimana kedua lembaga ini mau dapat simpati dari masyarakat ya. Hmmm, jadi enggak salah dong gengs kalau eyke nanya begitu? Hehehe.

Di luar itu gengs, coba deh lihat koalisi partai pengusung Prabowo-Sandi yang katanya tidak akan menarik kepala daerah untuk masuk dalam tim kampanye di tahun 2019. Mereka menegaskan memiliki hal yang berbeda dengan tim kampanye kubu Jokowi-Ma’ruf.

Sandi misalnya mengatakan, pihaknya tidak akan menggaet kepala daerah sebagai anggota tim kampanye karena sepemahaman dia, hal itu dilarang dalam peraturan KPU. Hmmm, masa sih?

Katanya sih gengs, alasan tidak melibatkan kepala daerah karena melihat Peraturan KPU Nomor 23/2018 pasal 63 ayat 1 yang menyebut gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, atau walikota dan wakil walikota dilarang menjadi ketua tim kampanye. Artinya seorang kepala daerah boleh masuk ke tim kampanye asalkan tidak menjadi ketua. Mungkin alasannya akan mengganggu kinerja kepala daerah, jadi dibuatlah aturan ini.

Oh iya, jadi alasan Sandi tidak menarik kepala daerah karena apa nih gengs? Karena aturan KPU? Atau  karena Sandi enggak punya power sekuat Jokowi yang bisa mengumpulkan kepala daerah dengan mudah seperti jentikan jari? Uppss, bercanda ya wkwkwkwk. Jentikan jari mah punyanya Thanos ya.

Eh sebentar gengs, kalau menurut Sekjen PAN Eddy Soeparno, yang juga sebagai partai pengusung Prabowo-Sandi, pihaknya telah mewajibkan kepada kadernya yang menjadi kepala daerah untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandi. Weleh-weleh.

Eddy, beserta seluruh kader PAN yang menjadi kepala daerah maupun dari parpol koalisi pasti akan diberikan tugas dan tanggung jawab pemenangan. Dari kepala daerah sampai para calon anggota legislatif bertanggung jawab memenangkan Prabowo-Sandi di dapilnya masing-masing.

Jadi gimana nih Bang Sandi, berbeda dengan Jokowi yang senangnya nabrak aturan KPU atau sama aja dengan Jokowi tapi enggak masuk struktur aja itu kepala daerahnya? Wkwkwkw.

Kalau menurut kalian gimana gengs? Sandi sama aja kayak Jokowi, atau Jokowi yang sama aja kayak Sandi? Apa menurut kalian mereka berdua sama-sama saja? Sama-sama gitu deh wkwkwkw. (G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...