HomeCelotehJokowi Ditinggal Kaum Terpelajar

Jokowi Ditinggal Kaum Terpelajar

Kecil Besar

“Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.” ~ Ahmad Fuadi


PinterPolitik.com

[dropcap]L[/dropcap]ingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebut ada penurunan dukungan kaum terpelajar pada Jokowi. Hasil survei menunjukkan hal ini bukan karena kehadiran Ma’ruf Amin. Dukungan turun karena kalangan terpelajar yang berpendidikan minimal sarjana tidak puas dengan capaian pemerintahan Jokowi selama ini. Weleh-weleh.

Emangnya benar gengs kalian itu sudah malas sama Jokowi karena kinerjanya yang buruk? Kalau eyke sih enggak ngerti ya, soalnya kan eyke bukan kaum terprlajar, tapi eyke kaum milenial. Ea ea wkwkwkwk.

Katanya LSI sih gengs, ketika kalangan terpelajar tidak terpuaskan, mereka akan cenderung memilih alternatif lainnya. Dalam konteks Pilpres 2019, alternatif itu direpresentasikan oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno alias Bosan. Hmmm, apa bener nih gengs pasangan Bosan itu bisa jadi alternatif?

LSI juga bilang, kalangan terpelajar memiliki alasan rasional untuk menentukan pilihan. Sebab, mereka memiliki akses luas terhadap informasi. Dengan demikian, kedua pasangan capres-cawapres harus bisa meyakinkan kalangan terpelajar dengan isu dan program yang rasional.

Hmmm, oke juga sih kalau LSI singgung persoalan program kerja. Tapi, apa LSI termasuk kita sebagai masyarakat, yakin betul kalau program kerjanya bakal berjalan sesuai dengan janjinya pas masa kampanye? Kalau yang sudah-sudah sih ya gitu deh gengs. Katanya mau jadi poros maritim, malah jadi poros Beijing. Katanya Indonesia bisa berdaulat, eh malah di mana-mana kelihatan enggak kompak. Wkwkwkw.

Intinnya gengs, dukungan kaum yang milenial plus berpendidikan sarjana itu sangatlah penting. Meski populasinya hanya 9,9 persen dari keseluruhan suara, kaum terpelajar bisa menjadi influencer yang menggiring opini publik.

Hasil survei LSI menunjukkan, pasangan Jokowi-Ma’ruf kalah dalam elektabilitas di kalangan kaum terpelajar dengan perolehan 40,4 persen, sementara pasangan Bosan meraih dukungan 45,5 persen. Hmmm, siap-siap ganti presiden dong gengs kalau apa yang dikatakan LSI ini benar.  Weleh-weleh.

Gimana nih gengs menurut kalian? Apa benar pasangan Bosan akan mudah mendapatkan kemenangan di Pilpres nanti? Atau pasangan Bosan harus tetapi Bosan lihat presidennya dia lagi, dia lagi? Wkwkwkwk.

Daripada bosan mikirin ini lagi ini lagi, mending kalian baca deh ungkapannya Tere Liye, kali aja bosannya hilang hehehe: “Dan jangan menghukum kebersamaan dengan kesendirian. Karena, aduhai, kita tidak memutuskan bersama hanya karena bosan sendiri. “(G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...