HomeCelotehJokowi Tak Perlu Minta Maaf

Jokowi Tak Perlu Minta Maaf

Kecil Besar

“Oh it seems to me, that sorry seems to be the hardest word,” – Elton John, Sorry Seems to Be the Hardest Word


Pinterpolitik.com

Baru-baru ini kan, jagad politik sempat dibikin sedikit kaget karena Presiden Jokowi tiba-tiba minta maaf. Bukan sembarang minta maaf, Pak Jokowi ini meminta maaf untuk urusan pembagian kursi menteri kalau ada yang merasa tidak kebagian.

Setelah pengumuman Kabinet Indonesia Maju dilakukan, memang ada sih beberapa kelompok yang kecewa dengan pilihan menteri-menterinya Pak Jokowi. Partai Hanura misalnya, merasa sangat berkeringat mendukung Pak Jokowi di Pilpres, eh ternyata tak kebagian satu pun kursi menteri maupun wakil menteri.

Belum lagi, ada ormas-ormas yang merasa pos tradisionalnya tak dipenuhi di kabinet baru Pak Jokowi. Ada misalnya kader Muhammadiyah yang kecewa karena posisi Mendikbud tidak diisi oleh sejawatnya. Ada pula, segelintir kaum Nahdliyin yang tak sepenuhnya menerima posisi Menteri Agama ditempati oleh seorang militer, alih-alih dari Nahdlatul Ulama.

Duh, ribet ya jadi presiden, banyak banget yang harus disenangkan, banyak banget yang merasa harus dibagi. Dipikir-pikir kasihan juga ya Pak Jokowi, banyak sekali yang menagih-nagih jabatan ke beliau. Wah, semoga Pak Jokowi tetap kuat ya menghadapi pihak-pihak yang kecewa ini akibat jabatan ini.

Eh, tapi sebenarnya tidak harus ribet sih. Perkara menteri kan sebenarnya adalah hak prerogratif Pak Jokowi sebagai presiden, bukan urusan pihak-pihak lain yang merasa berhak.

Pak Jokowi harusnya tidak terlalu merasa bersalah berlebihan, wong beliau ini presidennya kok, punya hak cari orang yang paling pas untuk membantunya selama lima tahun. Jadi ya, bisa dibilang Pak Jokowi ini tidak harus minta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak kebagian.

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

Nah, Pak Jokowi kalau harus mau meminta maaf idealnya bukan ke partai-partai atau ormas-ormas yang merasa paling berhak untuk masuk kabinet. Idealnya, Pak Jokowi harus meminta maaf kalau misalnya yang tidak puas dengan pemilihan menteri itu adalah masyarakat.

Misalnya, kalau ternyata pemiilhan menteri-menteri itu ternyata dilakukan untuk berkompromi dengan elite partai dan oligarki, Pak Jokowi harus meminta maaf. Selain itu, kalau misalnya menteri-menteri yang dipilih Pak Jokowi ternyata tak bekerja dengan baik, baru Pak Jokowi harus meminta maaf.

Tapi ya, kalau hal-hal semacam itu belum terjadi, Pak Jokowi sepertinya belum perlu-perlu amat untuk meminta maaf. Kita tunggu aja nih, apakah kiprah kabinet Pak Jokowi ini nantinya akan membuat Pak Jokowi harus meminta maaf lagi atau gak. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Anak STM Mendemo “Anak TK”

“Keterangan saya tidak begitu dipahami, karena memang enggak jelas bedanya antara DPR dan Taman Kanak-Kanak,” – Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-4 Pinterpolitik.com Awas, awas, anak STM...

Menyoal RUU Masyarakat Hukum Adat

RUU Masyarakat Hukum Adat menjadi salah satu rancangan undang-undang yang masuk ke dalam Prolegnas Prioritas DPR. Meski begitu, lambatnya pemrosesan RUU ini bisa jadi...

Hari Rabu: Jokowi’s Best Day?

“It’s the best day ever!” – SpongeBob Squarepants, “Best Day Ever” (2006) PinterPolitik.com Buat kalian yang kini bisa disebut sebagai generasi milenial, pasti pernah tuh ngalamin rasanya nggak sabar menunggu-nunggu...

Menyingkap Ngabalinisasi ala Rocky Gerung

Rocky Gerung menyebut para ketum parpol koalisi tengah alami Ngabalinisasi. Apa sebenarnya arti kata Ngabalinisasi?

Kemelut FPI Bukan PKI

"Tidak ada ketentuan pidana yang melarang menyebarkan konten FPI karenanya siapa pun yang mengedarkan konten FPI tidak dapat dipidana. Sekali lagi objek larangan adalah...

Jokowi Seperti Donald Trump?

"Bagaimana ya kan, tidak mudah memahami, pandemi itu menunda investasi, kan tidak susah kan. Jadi saya pengkritik utama Pak Luhut, tapi untuk kali ini...

Formula Bang Oma di Balai Kota

Pelantikan Anies – Sandi mendatang siap digoyang Soneta. Goyang, Bang~ PinterPolitik.com Kalau darah muda sang Ksatria Bergitar itu masih meledak-ledak, mungkin saja dia bakal begadang ke...

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...