HomeCelotehJokowi Sakiti Anak Jaksel?

Jokowi Sakiti Anak Jaksel?

Kecil Besar

“Gue tuh literally suka banget sama dia. Dia care banget, which is mean something ya gak sih?” – Anak gaul Jaksel


 PinterPolitik.com

Presiden Jokowi baru saja menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Dalam Pasal 5 Perpres tersebut diatur bahwa Presiden, Wakil Presiden beserta pejabat negara lain wajib menggunakan Bahasa Indonesia dalam pidato resmi pada acara di dalam maupun luar negeri.

Mungkin orang-orang akan bilang ini adalah taktik soft power Jokowi atau usaha peningkatan nasionalisme. Kan banyak tuh pemimpin dunia yang gak mau menggunakan Bahasa Inggris di forum dunia untuk menunjukkan bahwa dia tidak tunduk pada sistem internasional.

Tapi sepertinya bukan itu doang sih. Kita semua taulah kalo Pak Jokowi ini jarang dateng buat konferensi internasional. Biasanya kan diwakilin Pak JK (Daeng Ucu tercinta) dan Jokowi pun bisa anteng ngurusin berbagai persoalan domestik yang memusingkan.

Tapi JK kan mau pensiun, ntar Jokowi diwakilin Pak Ma’ruf Amin dong. Kita sudah mafhum kalo Pak Ma’ruf itu pidato bahasa Inggris-nya belum teruji. Perpres ini tuh bisa jadi cara Pak Jokowi buat nyelamatin pendamping barunya, sekaligus biar dia gak pusing. Pak Ma’ruf tenang, Jokowi bersamamu.

Tapi Jokowi ini kurang sensitif sama sebagian rakyatnya yang masih muda. Anak gaul Jaksel kayaknya harus gigit jari deh kalo mau jadi pejabat. Pasalnya mereka ini kan terkenal dengan cara bicara keminggrisnya. Kata-kata seperti which is, literally, you know atau doesn’t make any sense seringkali bertebaran keluar dari mulut mereka.

Kan kasian anak gaul Jaksel kalo mau meniti karier sebagai pejabat pemerintah. Mereka harus belajar Bahasa Indonesia yang baik dan benar lagi.

Jadi nih Perpres baru sebenarnya bisa menyakiti sanubari gaul anak Jaksel. Mereka yang biasa nongkrong terus curhat soal gebetan dengan kalimat generik “Gue literally suka banget deh sama si X, he cares so much, sering ngasih hadiah.” Mungkin akan diganti “Aku sangat menyenangi perilakunya. Dia orang yang perhatian dan kebapakan.”.

Agaknya anak Jaksel akan kembali ke masa ibu bapak mereka sedang pacaran. Tapi tak apalah yang penting perahu Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf yang sebentar lagi akan didayung bisa berlayar dengan mulus. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Gibran "Ban Serep" yang Ngarep?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...