HomeCelotehJokowi Pilih Nyontek Dibanding Lip Sync

Jokowi Pilih Nyontek Dibanding Lip Sync

Kecil Besar

 “Jangan pertaruhkan dunia dan hilangkan jiwamu, kebebasan lebih baik daripada perak atau emas.” ~ Bob Marley


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]etua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali mengkritik Presiden Jokowi. Kritikan kali ini bukan mengenai kebijakan hutang, impor, maupun perkembangan demokrasi Indonesia.

Kritikannya Amien kali ini soal kebiasaan Jokowi yang kerap membawa secarik teks ketika berbicara di muka publik. Hmmm, kirain persoalan video panco Jokowi yang pakai tank top doang, tahunya masalah pidato. Weleh-weleh.

Kalau menurut kalian gimana nih gengs, memangnya kalau pidato enggak boleh ya nyontek tulisan? Ya, kalau lagi ujian nasional atau ujian masuk PNS sih wajar aja ya kalau dikritik enggak boleh nyontek. Lah ini gengs segala pidato enggak boleh nyontek tulisan. Wkwkwk, wah Pak Amien kok jadi otoriter gini sih, enggak demokratis lagi. Ckckckck.

Menurut Amien kita butuh pimimpin nasional yang pandai berpuisi dan mengarang. Bukan pemimpin yang pandainya nyontek doang. Betul begitu Pak Amien? Jadi kita itu butuhnya pemimpin yang global, tidak baca, ketika diinterview bisa menjawab apa pun?  

Hmmm, jadi intinya kita enggak butuh pemimpin yang kerjanya nyata dong pak? Tapi hanya butuh yang pinter ngomong aja nih? Weleh-weleh. Share on X

Gimana menurut kalian? Kalau Jokowi terpilih lagi jadi presiden, apa harus pakai headset bluetooth biar enggak usah nyontek lagi? Atau Jokowi lip sync aja? Eh tapi kalau lip sync, jangan sampai salah putar file suara tuh. Yang harusnya putar Pidato Kemerdekaan, ini malah putar lagu Via Vallen Meraih Bintang. Hahaha, kebayang enggak sih pesertanya langsung pada joget semua dan Jokowi malah goyang dayung.

Baca juga :  Menguak The Economist

Intinya, kritik Amien itu hanya sekedar keyakinan bahwa Prabowo-lah yang terbaik dibanding Jokowi. Prabowo dinilai dalam berpidato lebih baik, tidak perlu pakai pakai teks. Malah bisa jadi tekslah yang butuh Prabowo kalau lagi pidato. Maksudnya butuh teks yang mencatat isi kritik Prabowo yang tidak memberi solusi, ea ea bercanda gengs! Wkwkwkwk.

Daripada pusing mikirin mana yang terbaik untuk jadi Presiden RI, mending kita nyanyiin potongan lirik lagunya Gombloh ini gengs:

“Tetapi mimpi apa aku semalam, kulihat engkau duduk berdua bercanda mesra dengan seorang pria kau cubit, kau peluk, kau cium. “(G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...