HomeCelotehIslam Kok Nebar Hoax?

Islam Kok Nebar Hoax?

“Amar ma’ruf nahi munkar termasuk fardlu kifayah. Amar ma’ruf nahi munkar tidak boleh dilakukan, kecuali oleh orang yang tahu betul keadaan dan siasat bermasyarakat agar ia tidak tambah menjerumuskan orang yang diperintah atau orang yang dilarang dalam perbuatan dosa yang lebih parah.” ~ Syekh an-Nawawi Banten.


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]agi kamu yang beragama Islam pasti sering banget denger kata-kata amar ma’ruf nahi munkar kan? Yup, itu frasa bahasa Arab yang memerintahkan untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat. Frasa ini dalam syariat Islam hukumnya adalah wajib.

Nah, taukan kalau beberapa hari belakangan ini sering terjadi kasus teror terhadap ulama-ulama di beberapa daerah? Masalahnya ada beberapa diantara kasus itu yang ternyata hoax belaka. Ya rekayasa gitu deh. Yang bikin lebih miris nih, pelakunya sendiri itu seorang marbot masjid. Lah, jadi ini ceritanya orang Islam sendiri yang bikin hoax? Waduh, nakal ya.

Pelakunya itu adalah marbot Masjid Al Istiqomah, Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Dia merekayasa cerita serta bukti penganiayaan dan pengeroyokan terhadap dirinya sendiri. Kok jadi kepo ya, kira-kira apa sih tujuannya? Bilangnya sih, dia menyebarin hoax karena faktor ekonomi. Mmm, masa iya? Bohong dosa loh.

Menjelang Pilkada kayak gini, isu penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama itu sangat sensitif. Apa dia ini mau dompleng cari empati warga sekitar kalau dia juga ikut jadi korban pengeroyoan orang tidak dikenal? Jangan-jangan tujuan akhirnya itu agar ada warga yang berbelas kasih memberikan uluran tangan berupa santunan. Tapi ga gitu juga keles caranya.

Dalam kasus penyerangan sejenis lainnya, alih-alih membuat citra baik partai yang berideologi Islam, hoax rekayasa pengeroyokan ini justru memperburuk citra umat muslim di mata para pemilihnya nanti. Percaya deh, masyarakat nantinya malah antipati sama partai-partai yang mengusung nilai-nilai Islam. Ya karena dianggep semangat Islam itu hanya slogan semata. Tuh buktinya, ada umat Islam yang bikin hoax.

Tapi uniknya nih, kok Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna justru ngasih santunan berupa sepeda gunung, mesin pemotong rumput, sembako, dan uang tunai pada pelaku? Tapi tetep ya, kasus hukumnya tetep jalan. Ya kali abis bikin hoax gitu, terus bisa lenggang-kangkung bebas. Hahaha.

Baca juga :  Jokowi Isyaratkan Lawan Megawati?

Jadi ambil pelajaran ya guys, dalam kasus ini. Kalau kamu beragama, ya berbuatlah hal yang baik sesuai yang diperintahkan dan jauhi larangannya. Jangan malah memanfaatkan situasi terus bikin hoax yang fatal banget kayak gini. Coba kalau ga ketahuan itu hoax dan masyarakat tersulut emosi, terus muncul kambing hitam makhluk bernama PKI. Cape deh, ujung-ujungnya balik ke situ lagi. (K16)

spot_img

#Trending Article

Jokowi Isyaratkan Lawan Megawati?

Tangkapan kamera formasi iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama tujuh ketua umum partai politik dianggap merepresentasi terbentuknya poros koalisi menghadapi kontestasi politik 2024. Lantas,...

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Kok Jokowi Marah-Marah?

Lagi-lagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur pejabat  kementerian dan pemerintahan daerah soal prioritas belanja. Jokowi menilai belanja produk luar masih lebih tinggi dibandingkan produk...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...