HomeCelotehGatot Patahkan Ramalan Prabowo

Gatot Patahkan Ramalan Prabowo

“Saya tidak menakut-nakuti, tapi inilah yang harus ditanamkan. Kita tidak boleh santai, harus optimis Indonesia menjadi negara kuat dan tidak mengalami kehancuran di tahun 2030.” ~ Mantan Panglima TNI (Purn), Gatot Nurmantyo.


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]iapa sosok yang terlintas dalam benak kalian guys, jika mendengar kata ‘Indonesia bubar 2030’? Yup, Prabowo Subianto. Sejak dilontarkan oleh Ketua Umum Gerindra dalam pidatonya beberapa waktu lalu, bola liar ini kian memanas dari waktu ke waktu. Bahkan akibat pidatonya tersebut, Prabowo disematkan sebagai sosok pesimistis.

Menariknya nih ya, Gatot mengutip ‘Indonesia bubar pada 2030’ saat menjadi pembicara dalam dialog Urun Rembuk Kebangsaan dengan tema ‘Membangun Optimisme Masa Depan Indonesia dalam Perspektif Nasional dan Global’, Rabu (25/4) lalu.

Kali ini, apa yang disuguhkan Gatot melengkapi kalimat lanjutan dari apa yang disampaikan Prabowo sebelumnya. Gatot memang gak menampik kemungkinan ‘Indonesia bubar pada 2030’, tapi ia juga menambahkan kalau hal itu masih bisa dicegah seandainya ada upaya pencegahan sedari sekarang.

Karena menurut Gatot, semua ramalan itu bisa terpatahkan jika seluruh rakyat Indonesia mampu bersatu dan utuh dalam menjaga keharmonisan bangsa. Jika semua bisa bekerja keras dan optimis, maka Indonesia akan bangkit dan menjadi lima besar kekuatan ekonomi dunia. Warbyasah.

Dengan pernyataannya ini, Gatot akan terlihat sebagai sosok calon pemimpin optimistis yang sedang dicari masyarakat Indonesia. Calon pemimpin yang bisa mengajak rakyat bergerak bersama membangun negeri, dan membuktikan Indonesia akan tetap eksis sampai kapan pun. Caem bingit.

Kok bisa samaan gini ya apa yang disampaikan dua mantan Jenderal ini? Cie-cie janjian nih ye. Oh, jangan-jangan Pak Gatot lagi mau mempersuasi Pak Prabowo ya, biar bisa dipinang Gerindra? Uhuk uhuk, co cwit bingit sih kalian, prikitiew. Kalau udah kek gini, dipinang gak tuh si Gatot? Jangan di PHP-in ya.

Baca juga :  Ganjar Siap Basmi "Penumpang Gelap"?

Meski secara tingkat elektabilitas masih tinggian Prabowo, tapi secara itungan matematik politik, Gatot punya potensi lebih unggul loh. Semisal, Prabowo gak bersedia jadi ‘King Maker’ bagi Gatot, maka mantan Panglima TNI itu bisa aja jadi pesaingnya di sisi poros ketiga atau di sisi Presiden Petahana. Nah kan!

- Advertisement -

Moga aja optimisme Gatot ini lebih dari sekedar yang dikatakan filsuf Voltaire (1694-1778), ‘Optimism is the madness of insisting that all is well when we are miserable.’ (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

“Pada intinya, akan mengembangkan kawasan sebagai eco-tourism. Sebetulnya, bagus, menurut saya, daripada dia tidak digunakan kosong begitu saja” –   Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri PinterPolitik.com Sebagian besar masyarakat Indonesia...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...