HomeCelotehFredrich, Senjata Makan Tuan?

Fredrich, Senjata Makan Tuan?

Kecil Besar

“Didapat juga informasi bahwa salah satu dokter di RS mendapat telepon dari seorang yang diduga sebagai pengacara SN, bahwa SN akan dirawat di RS sekitar pukul 21.00 WIB dan meminta kamar perawatan VIP yang rencananya akan di booking satu lantai.” – Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan.


PinterPolitik.com

[dropcap]F[/dropcap]enomena kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto menjadi semakin panas. Pasalnya, Fredrich Yunadi dan dr. Bimanesh Sutarjo diduga ikut bermain untuk melindungi Setya Novanto dari kejaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fredrich dan Bimanesh berencana untuk melakukan drama kecelakaan papah yang kemudian di rawat di RS Medika Permata Hijau. Kecelakaan tersebut menyebabkan KPK kesulitan dalam melakukan penyelidikan terhadap papah di persidangan.

Sandiwara yang diperankan oleh papah ternyata tidak selamanya pantas untuk memenangkan Oscar Academy Awards. Tingginya tuntutan publik dan berkurangnya power papah di Golkar dan DPR RI membuat KPK semakin pede untuk menjebloskannya ke penjara.

Peran Fredrich dalam menangani kasus papah terbilang cukup signifikan. Terlebih, dengan merebaknya isu bahwa Fredrich yang menjadi sutradara dalam drama papah. Hal ini membuat KPK semakin tergerak untuk menyeret si penggemar kemewahan itu ke penjara.

Sebelumnya, Fredrich juga telah dicegah oleh petugas Imigrasi untuk pergi ke Kanada menemui anaknya. Pencegahan tersebut diajukan KPK terkait proses penyelidikan dugaan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dengan tersangka Setya Novanto.

Keikutsertaan Bimanesh sebagai dokter di RS Medika Permata Hijau juga memudahkan Fredrich dalam memesan satu lantai di rumah sakit tersebut. Biimanesh jugalah yang menangani papah pasca kecelakaan dengan tiang listrik beberapa waktu lalu. Kemudian melakukan manipulasi data-data medis papah kepada KPK.

Hal itu digunakan untuk menyiasati pengunduran waktu persidangan kasus e-KTP. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga menegaskan untuk melakukan proses terhadap Bimanesh terkait dengan pelanggaran etik pada tugasnya sebagai seorang dokter.

Tindakan KPK terhadap Fredrich dan Bimanesh menjadi babak baru dalam membongkar keterlibatannya untuk melindungi papah. Ternyata, kekayaan Fredrich belum tentu bisa menolong dirinya dari jeratan KPK yang menyambar bak halilintar. Mari doakan saja bahwa Fredrich tidak akan mangkir dari panggilan KPK seperti bosnya pada Jumat nanti. (LD14)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Narkoba, Bertemu Lawan Baru!

Indonesia dianggap sebagai surga bagi peredaran narkoba internasional. Adanya permintaan yang tinggi, harga yang kompetitif dan hukum yang bisa dibeli menjadi alasan mengapa gembong...

IMF Rindu Indonesia?

Structural Adjusment Program (SAP) yang ditawarkan International Monetary Fund (IMF) kepada Soeharto pada 1997, dinilai memperburuk perekonomian Indonesia. Kedatangan Direktur IMF Christine Lagarde ke...

Novel, Berakhir Seperti Munir?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam mengusut tuntas kasus Novel Baswedan. Beberapa pihak meragukan bahwa pembentukan TGPF...