HomeCelotehFPI Merapat ke PDIP?

FPI Merapat ke PDIP?

Kecil Besar

“Bagaimana pun keadaan kita, mau sedih, bahagia, waktu tidak pernah berhenti menunggu. Waktu tetap berjalan.” ~ Tere Liye


PinterPolitik.com

[dropcap]G[/dropcap]engs, kuasa hukumnya pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mendapat tawaran maju menjadi bakal caleg PDIP dari dapil Sumatra Barat! Itu loh bang Kapitra Ampera namanya, yang kerap muncul di tivi pas kasus Rizieq jadi pemberitaan.

Hmmm, kaget enggak kalian? Kalo eyke sih no! Tapi gak tahu deh tuh Mas Anang, barangkali yes hehehe.

Walaupun mendapat kesempatan emas seperti ini, Kapitra mengatakan masih akan berkonsultasi dengan para ulama, khususnya dengan Rizieq, terkait pencalonannya sebagai anggota legislator DPR.

Padahal harusnya ambil saja pak, kan kalau menang lumayan bisa melakukan intervensi ke pemerintah dari gedung DPR hehehe.

PDIP terlihat sangat bersemangat gengs, sampai-sampai sudah mendaftarkan nama Kapitra menjadi caleg ke TPU untuk Pemilu 2019 hehehe.

Alah, typo lagi, maksudnya KPU alias Komisi Pemilihan Umum, kalau TPU itu mah kuburan hehehe. Maaf-maaf.

Mentang-mentang FPI sama PDIP kisruh mulu, jadi bawa-bawa TPU aja nih. Tapi kalau sampai kuasa hukum pentolan FPI ini benar menerima tawaran itu, wah…….

Satu, makin gemetaran deh oposisi, dan yang kedua alhamdulillah semua jadi kondusif dan baik-baik. Kan nikmat dilihatnya hehehe.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bilang bahwa pencalonan Kapitra ini dilakukan karena adanya dialog dengan masyarakat Sumatera Barat.

Menurut dia, masyarakat di sana menghendaki adanya jembatan untuk calon dari provinsi itu di Pemilu 2019. Wew bagus-bagus saja sih, asal jangan dibuat-buat ya isunya, nanti bisa timbul masalah baru loh!

Hasto juga menegaskan bahwa Kapitra juga warga negara yang harus ditampung aspirasinya. Apa pun aliran politiknya, mereka adalah anak bangsa yang harus diajak berdialog. Weleh-weleh top markotop.

Tapi, dengar nih apa yang disampaikan Kapitra menyambut kata-kata Hasto itu. Bang Kapitra bilang: “Ladang amal tertinggi itu bila dilakukan di tempat sulit seperti di gurun pasir. Bisa enggak kita wasilatul hasanah mewujudkan amar ma’ruf nahi munkar? Apa bisa kita jadi jembatan kebaikan? Kalau jadi jembatan kebaikan, saya siap.”

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Walah mantap lah kalau begitu. Eh sebentar, lihat deh tuh gengs wajahnya kubu oposisi, kok dahinya pada mengernyit ya? Wah keringatan lagi.

Eh stop, jangan diketawain gengs, kasihan tahu hehehe. Btw ane jadi teringat ungkapan Hitler deh gengs kalau bicara diplomasi dan lobi-lobi politik gini, nih baca deh ungkapannya: “Ketika diplomasi berakhir, perang dimulai.” (G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...