HomeCelotehDuet Maut Jokowi-SBY

Duet Maut Jokowi-SBY

Kecil Besar

“Kalau (Demokrat) masih berambisi, daripada paksakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang hijrah dari karir militer ke politik, maka lebih baik Jokowi didampingi Bapaknya saja (Susilo Bambang Yudhoyono).” ~ Wakil Ketua Umum Hanura, Gede Pasek Suardika.


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]erbentuknya poros ketiga di bawah komando Partai Demokrat memang merupakan keniscayaan. Namun arah angin yang kuat, terkadang meniup kapal yang dinakhodai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk berubah haluan dan berlabuh mendukung Presiden Petahana Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kerap dicuatkan oleh Demokrat sebagai representatif calon pemimpin masa depan. Baik itu untuk kebutuhan terbentuknya poros ketiga atau saat kemungkinan ikut berkoalisi mendukung Jokowi. Posisi yang diincer sih Capres, tapi kalau jadi Cawapres juga ok kok.

Nah uniknya nih, belakangan masyarakat justru kembali ingin bernostalgia dengan kepemimpinan SBY. Keingin itu disampaikan masyarakat saat mereka bertemu Mantan Presiden ke-6 tersebut di setiap kesempatan safari politiknya di daerah. Lah, bukannya keberadaan Pasal 7 UUD 1945 menutup ruang untuk itu ya.

Terlebih lagi, diperkuat dengan ketentuan pasal 169 huruf n UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Mmm, Ya udah sih, gak usah maksain diri. Lah emang udah gak memungkinkan menurut undang-undang. Eits, tunggu dulu, meski gitu tetep ada celah yang masih memungkinkan SBy maju lagi loh dalam Pilpres.

Kemungkinan itu bisa, asal SBY majunya sebagai Cawapres. Kan SBY udah terhitung dua kali menjabat sebagai Presiden. Jadi kalau maju sebagai Wapres, bisa-bisa aja kok. Nah, ini nih yang menjadi dasar pemikiran Wakil Ketua Umum Hanura Gede Pasek Suardika saat mengusung ide Jokowi-SBY.

Menurutnya, gak ada kecocokan antara capres jagoannya Demokrat, AHY dengan Jokowi jika diduetkan dalam di Pilpres. Alih-alih AHY yang masih daun muda di politik, menurut mantan politisi Demokrat ini, Jokowi lebih tepat jika disandingkan dengan SBY sebagai Cawapresnya. Ciamik bingit.

Kalau memang kemungkinan ini bisa direalisasikan, apa coba yang ditunggu Jokowi ya guys. Toh, SBY udah sempat kasih kode tuh tiga keuntungan kalau berkoalisi dengan Demokrat. Mendapatkan 10 persen suara pemilih Demokrat, mendapatkan pengalaman kepemimpinan SBY selama dua periode, dan mendapatkan dukungan 100 juta pemilih milenial dari AHY.

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Boleh juga nih tawarannya. Pakde Jokowi harus bijak nih untuk memutuskan siapa orang yang tepat yang dapat mendapingi dirinya dalam Pilpres. Ya seperti yang dikatakan filsuf Voltaire (1694-1778), ‘Is there anyone so wise as to learn by the experience of others?’ (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...