HomeCelotehDelusi Serbuan TKA Tiongkok

Delusi Serbuan TKA Tiongkok

“Sebenarnya arus tenaga kerja asing sudah merupakan sebuah keniscayaan. Nah, pada situasi itu yang kita butuhkan justru bagaimana melindungi tenaga kerja kita sendiri.” ~ Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]enjelang tahun pemilu, isu tenaga kerja asing memang akan selalu menjadi isu yang seksi. Banyak politisi yang menggunakan isu ini untuk menaikan tingkat elektabilitas partainya di mata rakyat. Mengenai benar atau tidaknya isu yang mereka angkat, ya itu sih belakangan. Yang penting udah keliatan keren seakan membela hak pekerja Indonesia.

Ya seperti saat ini, di mana politisi oposisi beramai-ramai menghardik Pemerintah yang seakan pro terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) ketimbang pekerja Indonesia itu sendiri. Mmm, apa iya kayak gitu? Wah, ini artinya Pemerintah melakukan penelantaran terhadap pekerja Indonesia dung ya. Wedew.

Menurut Fadli Zon, pasar tenaga lokal tuh dibanjiri oleh TKA loh. Mmm, maca cih kayak gitu? Omdo gak nih Om Fadli bilang gitu? Jangan-jangan cuma tes riak di akar rumput aja ya. Siapa tau isu ini masih anget buat digoreng terus sampe Pilpres tiba. Lempar isu gak boleh asal, nanti dibilang hoax sama Warganet.

Nih ya, eike kasih tau. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri per akhir tahun 2017, total berjumlah lebih dari 9 juta dan tersebar di beberapa negara. Di Tiongkok sendiri, TKI mencapai 10 persen, atau bisa dikatakan sekitar 1 juta pekerja Indonesia mengais rezeki di negara Tirai Bambu itu. Catet tuh!

Sedangkan total TKA di Indonesia berjumlah 120 ribu. Dan dari jumlah itu, TKA asal Tiongkok hanya 24 ribu. Coba deh guys, kalian bandingin angka 24 ribu itu sama jumlah tenaga kerja Indonesia di dalam negeri yang mencapai 120 juta orang. Ayo, banyakan mana nih angkanya. Pada bisa ngitung kan ya?

Baca juga :  Anies Pelan-pelan "Ngeteng" KIB?

Mungkin dimata Om Fadli, angka 24 ribu ini terlihat seakan 2,4 juta, jadi dia panik gak ketulungan sehingga perlu menyampaikan kritik kelas receh ini. Eike kok jadi penasaran sama kaca mata yang di pake Om Fadli ya. Kira-kira minus berapa ya itu. Kok membandingkan jumlah angka aja gak bisa. Cape deh.

Kayaknya nih, sebagai oposisi, Om Fadli jarang dapet jatah ‘kue’ dari Pemerintah. Jadi wajar aja kalau dia sering ngelantur saat ngeritik Pemerintah. Toh menurut filsuf Voltaire (1694-1778), ‘Never argue at the dinner table, for the one who is not hungry always gets the best of the argument.’ (K16)

spot_img

#Trending Article

Mempersoalkan Checks & Balances Indonesia

Dalam sebuah demokrasi, lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sudah seharusnya menjalankan fungsi checks & balances. Namun, fungsi tersebut tak dapat jalan bila ada yang mendominasi....

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mantra “Yakusa” Mahfud Buat Anies?

“Siap hadir ke arena Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Yakin usaha sampai (Yakusa) untuk membangun insan cita HMI” –   Mahfud MD,...

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Jokowi dan Misteri Rambut Putih

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut pemimpin yang pikirkan rakyat punya rambut warna putih. Siapa yang dimaksud oleh Jokowi?

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...