HomeCelotehCandaan Bom Gaje Anggota DPRD

Candaan Bom Gaje Anggota DPRD

Kecil Besar

“Saat pemeriksaan barang bawaan sempat ditanya petugas. Oknum anggota dewan itu bilang ada bom (di tas temannya). Dan oknum yang satu lagi saat di dalam pesawat mengatakan pada pramugari kalau tas yang dibawanya berisi bom.” ~ Kapolsek Rogojampi, Kompol Suharyono.


PinterPolitik.com

[dropcap]E[/dropcap]ntah apa yang ada dibenak dua orang anggota DPRD Banyuwangi, Jawa Timur. Keduanya diturunkan paksa dari pesawat Garuda Indonesia sesudah melakukan candaan terkait keberadaan bom di Bandara Blimbingsari. FYI aja nih ya, kedua orang tersebut adalah Ketua DPC Gerindra, Nouval Baderi dan Ketua DPC Hanura, Basuki Rachmad.

Jadi ceritanya dua orang ini bermaksud memperingatkan atau hanya becanda aja sih? Tapi kalau memperingatkan, atas dasar apa? Memangnya ada bukti awal yang mendasari peringatan itu? Kalau gak ada, itu namanya mengada-ada dung. Apa bener cuma becandaan aja? Bom kok dibuat becandaan. Cius gak lucu banget tau gak sih.

Candaan Bom Gaje Anggota DPRD

Dan gegara ulah dua orang ini, pilot yang harusnya menerbangkan pesawat GA 265 gak berani melakukan penerbangan karena khawatir benar ada bom di dalam pesawat. Kalau bukan untuk tujuan memperingatkan, ataupun juga candaan, apamungkin tujuannya itu mengancam? Kok udah kayak teroris aja sih pake ngancem segala.

Ya moga aja gak gitu ya. Siapa tau sebenernya mereka lagi kecapean akut, jadi pas mau boarding dan diperiksa isi tas mereka, terceletuk lah kata-kata yang gak berkenan itu. Tapi gak gitu juga keles. Norki amat sih. Kayak gak pernah naik pesawat aja sih, sampe gak tau aturan dan etika berperilaku saat di bandara. Hadeuh.

Candaan Bom Gaje Anggota DPRD

Menurut eike candaan bom yang terucap cuma gegara risih sewaktu tas mereka diperiksa sama petugas. Ya namanya juga Anggota Dewan Yang Terhormat, pasti sedikit banyak gak terlalu suka lah ya kalau diperiksa barang bawaannya. Secara itu kan privasi banget. Misalnya ketahuan bawa hal-hal yang memalukan gak enak juga ya, ups.

Ah, palingan curiganya mereka cuma caper aja sama media. Jadi kalau bikin ulah di bandara, nanti pasti diekspos sama media. Masuk berita deh. Terus nanti kirim chat ke anak istri di rumah, “Jangan lupa rekam ya tayangan televisinya, kan jarang-jarang papa masuk tv”. Jiah, cape deh. Yang penting mah eksis, iya gak? Aya aya wae ah. (K16)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...