HomeCelotehBawaslu Pendukung Koruptor?

Bawaslu Pendukung Koruptor?

Kecil Besar

“Aneh sikap Bawaslu ini. Rencana KPU (larang eks napi korupsi jadi caleg) seharusnya didukung. Kita butuh parlemen yang diisi sosok kompeten dan bersih. DPR terlalu berharga untuk diserahkan kepada para eks napi korupsi.” ~ Ketua DPP PSI, Tsamara Amany.


PinterPolitik.com

[dropcap]E[/dropcap]ntah apa yang ada di benak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) melanggar hak asasi manusia (HAM) jika melarang mantan narapidana korupsi mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Kenapa juga Bawaslu yang harus koar-koar tentang pelanggaran HAM ini, toh Komnas HAM aja mingkem bae tuh. Lebay ah Bawaslu.

Menyikapi sikap Bawaslu ini, Ketua DPP PSI, Tsamara Amany jadi tergelitik. Gimana gak? Korupsi itu sendiri adalah tindakan yang termasuk dalam kategori kajahatan luar biasa. Para koruptor ini kan justru pelanggar HAM dengan mengkorupsi uang rakyat. Kenapa justru HAM mereka yang malah dibela sama Bawaslu?

Eta terangkanlah? Tapi kalau menurut alasan Bawaslu sendiri sih, larangan menjadi Caleg hanya berlaku untuk eks narapidana kasus narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak aja. Jadi untuk mantan narapidana korupsi boleh lah ya. Jiah, cape deh.

Peraturan hukum itu kan lahir berdasarkan norma yang ada pada masyarakat. Kejahatan narkoba dan seksual terhadap anak kan bentuk tindakan tercela, jadi sudah sepatutnya pelakunya diberi sanksi. Jadi begitu pula dengan pelaku tindak pidana korupsi. Jadi harusnya ketiga eks pelaku ini gak boleh nyaleg lagi.

Kelakarnya Bawaslu sih bahwa unsur pemidanaan orang yang telah menyelesaikan hukuman akan kembali ke titik nol. Sehingga mantan napi harus diterima masyarakat. Jika mantan narapidana korupsi itu menjadi Caleg suatu saat nanti, masyarakat memiliki hak untuk memilihnya atau tidak memilihnya. Bener juga sih.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?

Tapi tau gak sih, kalau cara pandang Bawaslu ini akan memiliki konsekuensi logis yang berat suatu saat nanti? Kenapa demikian? Ya karena para Caleg ini gak takut untuk punya niat korupsi saat menjabat nanti. Sekalipun nanti kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan divonis bersalah, toh nanti pas bebas tetep bisa nyaleg lagi. Jiah, cape deh.

Menurut eike, rencana KPU sangat progresif loh. Aturan tersebut juga dapat meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia. Pemilu jangan dilihat sebagai seremonial politik belaka. Tapi juga dalam rangka melahirkan wakil rakyat yang berdedikasi pada bangsa ini karena membuang jauh sifat korup. So, kalian gimana guys, mendukung sikap Bawaslu atau keputusan KPU yang didukung PSI ini? (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...