HomeCelotehASYIK ‘Provokator’ Pilkada Jabar

ASYIK ‘Provokator’ Pilkada Jabar

Kecil Besar

“Kalau kami terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, 2019 kita ganti Presiden,” ~ Calon Gubernur Jawa Barat, Sudrajat.


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]artai Gerindra, PKS dan PAN sepertinya gak henti-hentinya mempromosikan gerakan #2019GantiPresiden. Sebagai pasangan Calon Gubernur Jawa Barat yang diusung oleh ketiga partai ini, Sudrajat dan Ahmad Syaikhu juga gak ketinggalan mempromosikan gerakan ini disetiap kesempatan. Bahkan slogan ini sempat didengungkan keduanya sebagai kalimat penutup saat debat Gubernur Jawa Barat di Balairung Universitas Indonesia tempo lalu.

Ibarat tayangan ditelevisi, seperti biasa akan ada iklan titipan sponsor. Begitulah rasanya saat pasangan ASYIK ini mendengungkan kalimat ‘2019 ganti Presiden’ di tengah suasana debat Pilkada Jawa Barat. Apa coba urusannya Pilkada dengan Pilpres? Eike rasa slogan ini gak relevan ah kalau dibawa ke Pilkada. Gaje!

Kalau dalam debat itu Paslon saling mengutarakan visi-misi, ya ok lah. Mengkritik visi-misi kandidat lain juga masih esensial. Lah kalau malah mengangkat slogan 2019 Ganti Presiden. Gak penting, unfaedah banget tau gak sih. Ini mah sama aja gak bisa menjual potensi diri kepada masyarakat pemilih. Norki ah.

Nah, gegara syahwat untuk mendengungkan slogan 2019 Ganti Presiden ini, suasana debat kian memanas. Yang memanas sih bukan sesama kandidat, tapi audiens yang menghadiri debat Pilkada Jawa barat itu sendiri. Nah, kan kalau udah kayak gitu salah siapa coba? Malah keliatan kayak ‘provokator’ yang memperkeruh suasana.

Sepertinya pasangan ASYIK ini memang mau mengidentifikasikan diri sebagai sosok calon pemimpin daerah yang juga mendukung gerakan ganti Presiden. Jadi diharapkan jika masyarakat yang memiliki pandangan sama nantinya akan termobilisasi untuk memilih Paslon nomor tiga ini. Sa ae lau ASYIK.

Sambil menyelam, minum air, begitulah kira-kira ya strategi kampanye Paslon ini. Tapi ketimbang sebuah strategi yang jitu, di sisi lain strategi ini juga terlihat picik karena keinginan menjabat dibarengi upaya merongrong posisi jabatan pihak lain. Kan jadinya malah gak etis secara politik. Hadeuh, aya aya wae ah.

Ya tapi untuk sebagian pemilih Jawa Barat pasti melihatnya biasa-biasa aja. Gak ada yang salah tuh kalau ada Paslon dalam Pilkada yang juga membawa semangat 2019 Ganti Presiden. Tapi kalau eike pikir-pikir lagi, tetap aja gak ada korelasinya gerakan ini dengan semangat 2018 ASYIK Menang.

Lucu gak sih kira-kira kalau kalian diminta membeli mie ayam di satu toko tertentu hanya karena si pemilik toko itu menyerukan bahwa makanan di restoran cepat saji tidak menyehatkan? Kalau eike sih beli mie ayam karena rasanya yang enak. Kalau gak enak, ya gak usah dibeli, beli pecel lele aja. Ngapain juga ngerempongin diri beli mie ayam tertentu hanya karena sama-sama gak menyukai makanan cepat saji? Situ sehat? (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...