HomeCelotehAnies Berani Lawan Ojek Online?

Anies Berani Lawan Ojek Online?

Kecil Besar

“(Aturan ganjil-genap sepeda motor) termasuk yang kami diskusikan. Tentu kita akan kaji lebih lanjut ya bagaimana dengan sepeda motor. Karena sekarang berdasarkan data, dari hasil implementasi ganjil-genap selama enam bulan kemarin, itu sepeda motor itu 72 persen lebih”. – Syafrin Lupito, Kepala Dinas Pergubungan DKI Jakarta


PinterPolitik.com

Jadi pemimpin di Indonesia memang butuh nyali, kudu bisa menghadapi berbagai nyinyiran dan komentar negatif dari masyarakat. Pemimpin juga harus siap menghadapi serangan dari berbagai penjuru, apalagi jika itu berhubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya.

Mungkin itulah yang kini sedang dihadapi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pasalnya, Anies saat ini lagi dapat serangan dari berbagai penjuru.

Belum selesai polemik Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di pulau-pulau reklamasi, ia sudah diserang lagi soal kunjungan-kunjungannya ke luar negeri yang disebut terlalu banyak jumlahnya.

Masalah terakhir belum selesai, eh doi diserang lagi soal Jakarta yang kini jadi kota paling polusi di dunia. Belum selesai soal polusi, Anies diserang lagi soal pengelolaan sampah Jakarta yang mulai mengkhawatirkan.

Hadeh. Ini mah kayak dapat serangan Kamehameha dari Son Goku di serial Dragon Ball, ditambah jurus Rasengan dan Chidori dari masing-masing Naruto dan Sasuke di serial Naruto Shippuden, dan diakhiri dengan pukulan Gomu Gomu No Bazooka dari Luffy di serial One Piece. Pasti Anies bonyok-bonyok dan babak belur diserang bertubi-tubi.

Nah, gara-gara itu, Anies kemudian mulai memikirkan cara mengatasi berbagai persoalan tersebut. Untuk persoalan polusi misalnya, Anies berencana mengeluarkan berbagai macam jurus kebijakan, mulai dari wacana perluasan kawasan ganjil-genap, menaikkan tarif parkir, perbaikan kualitas transportasi umum, hingga aturan uji emisi.

Selain itu, ada satu program lain yang penerapannya bakal melahirkan kontroversi. Dinas Perhubungan DKI Jakarta sedang memikirkan untuk menerapkan aturan ganjil-genap untuk sepeda motor!

Benar gengs, sepeda motor. Jadi alasannya, aturan ganjil genap bikin para pengguna kendaraan roda empat justru malah menggunakan sepeda motor. Akibatnya, tujuan agar orang-orang menggunakan kendaraan umum jadi tidak tercapai.

Iya sih, tapi yakin nih bakal siap diterapkan? Soalnya, aturan ini bakal terdampak sama abang-abang ojek online loh. Mereka kan jadi nggak bisa bebas nganterin penumpang ke wilayah-wilayah yang kena aturan ganjil genap. Berkuranglah rejeki mereka pula.

Lagian dulu bukannya Pak Anies yang menghapus pelarangan sepeda motor di wilayah Sudirman-Thamrin? Hayooo. Kenapa sekarang malah mau bikin aturan yang serupa lagi?

Sebenarnya, apa pun programnya, yang penting sosialisasinya baik, dan tujuannya jelas, pasti didukung masyarakat. Asalkan perencanaannya juga memikirkan nasib orang-orang yang mendapat penghasilan dari aktivitas di jalan raya.

Kalau perlu diundang juga abang-abang ojek online-nya untuk berdiskusi. Toh soal polusi, mereka juga yang ngerasain karena sepanjang hari ada di jalan.

Apalagi nih, bicara mobil vs sepeda motor itu sama aja bicara benturan kelas sosial di masyarakat antara orang-orang yang berpunya vs orang-orang yang nggak berpunya. Kayak yang dibilang sama filsuf Jean-Paul Sartre, bahwa hampir semua persoalan manusia adalah variasi dari benturan kelas itu.

Pak Anies nggak mau kan nanti bakal didemo sama abang-abang ojek online dan para pengguna sepeda motor? (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Mari lawan polusi udara Jakarta melalui tulisanmu. Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Puji Jokowi Untuk si Pembenci

"Ya saya kira sangat bagus. Karena beliau seorang tokoh politik yang berpengalaman. Leadership dan rekam jejak beliau, saya kira tidak diragukan lagi. Sangat bagus...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.