HomeCelotehAirlangga Menunggu Taji Bamsoet

Airlangga Menunggu Taji Bamsoet

Kecil Besar

“Perang sipil tidak menghasilkan apa-apa selain pemakaman”. – Alphonse De Lamartine, Penulis Perancis


PinterPolitik.com

Memanasnya persaingan perebutan kursi pimpinan Partai Golkar antara Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo alias Bamsoet kembali mengingatkan publik pada perseteruan Captain America dan Iron Man di film Captain America: Civil War.

Secara keseluruhan, Partai Golkar pun sepertinya mulai terpecah menjadi kubu Airlangga dan kubu Bamsoet.

Hmm. Kayaknya persaingan dua tokoh ini sama-sama kuat ya, soalnya Bamsoet dan Airlangga dapat dianggap sebagai orang yang sudah lama ada di Partai Golkar.

Seperti Captain America dan Iron Man yang memiliki sekutu masing-masing, begitu juga dengan Airlangga dan Bamsoet yang memiliki backup-nya masing-masing.

Bisa dibilang kalau Bamsoet dapat banyak dukungan dari para senior-senior Golkar. Bahkan dia juga mendatangi Surya Paloh dan Oesman Sapta Odang loh. Mereka ini alumni-alumni dari Golkar.

Sementara kalau Airlangga mendapat dukungan dari banyak DPD, termasuk DPD Partai Golkar DKI Jakarta yang diketuai oleh Rizal Mallarangeng.

Airlangga dan Bamsoet memperebutkan tahta tertinggi Golkar. Layak dinanti siapa yang akan berhasil. Simak infografis kami lainya di Pinterpolitik.com

Posted by Pinter Politik on Wednesday, July 3, 2019

Bahkan katanya sih Rizal ini mengancam anggota DPD Golkar DKI Jakarta untuk nggak dukung Bamsoet. Cuma ya nggak tahu juga deh itu beneran atau cuma hoaks. Hehehe.

Terus banyak juga yang bilang kalau posisi Airlangga itu sudah didukung Presiden Joko Widodo. Soalnya Airlangga gercep sih dateng silaturahmi ke Istana Negara. Hehehe.

Tapi ya belum tentu juga didukung sih. Toh, masih belum ada pernyataan langsung Jokowi tentang itu kok. Upss.

Nah, kalau mau lirik ke masa lalunya Golkar, tampaknya perang sipil sudah menjadi tradisi dalam internal partai ini loh.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Di periode 2014-2019 juga pernah terjadi perang internal Golkar yang jauh lebih dasyat daripada perangnya Captain America dan Iron Man. Hehehe.

Kejadiannya terjadi antara Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Bahkan bisa dibilang kalau perang sipil mereka itu baru selesai dua tahun setelahnya. Wah. Lama juga ya.

Hmm. Tapi nggak ada jaminan juga sih kalau perang antara Aburizal Bakrie dan Agung Laksono ini sudah bener-bener berakhir. Bisa jadi mereka masih campur tangan di perangnya Airlangga dan Bamsoet. Upss.

Soalnya ada rumor yang bilang kalau Agung Laksono kali ini dukung Bamsoet, makanya dia dukung Munaslub dipercepat. Soalnya kan kalau Munaslub dipercepat sebelum Oktober, Bamsoet masih bisa menggunakan kuasanya sebagai Ketua DPR RI.

Sementara kalau Aburizal Bakrie, sebagai Dewan Pembina Partai Golkar, cenderung mendukung Airlangga. Makanya dia keluarin surat yang bilang kalau Munaslub tetap diselenggarakan bulan Desember 2019.

Jadi, apakah Civil War Golkar ini merupakan turunan dari Civil War sebelumnya? Hmm. Nggak ada yang tahu lah ya. Hehehe. (R50)

Panduan Tulisan

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Ibu Kota Baru “Sarang” Pengembang?

“Mohon maaf saya baca naskahnya itu naskah ya power point dan gambar gambarnya itu banyak yang unik-unik lah. Masa disebut membangun hunian yang layak,...

Ahok Cawapres Anies di 2024?

“Menjadi seorang pejabat itu adalah pekerjaan yang mulia karena dengan jadi pejabat ada banyak orang yang bisa kita tolong.” – Basuki Tjahaja Purnama alias...

Rombak Direksi, Rini Membangkang Jokowi?

“Aku memberontak, maka itu aku ada.” – Albert Camus PinterPolitik.com Menteri BUMN Rini Soemarno dikabarkan kukuh mau merombak 4 direksi bank BUMN dan 1 anak perusahaan...