Pinter EkbisHarga Beras Vitenam-Thailand Terancam Naik

Harga Beras Vitenam-Thailand Terancam Naik


PinterPolitik.com

Eksportir beras Vietnam dan Thailand sedang menegosiasikan ulang harga kontrak untuk penjualan 500 ribu ton periode Agustus ini. Hal itu dimaksudkan untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi dari saat ini.

Eksportir mengatakan mereka kewalahan karena kenaikan harga juga terjadi di tingkat petani. Para petani beralasan menaikkan harga karena buntut dari gejolak pasar global.

Negosiasi ulang ini terjadi sebagai dampak dari India yang memberlakukan stop ekspor beras per 20 Juli lalu.

Seperti yang diketahui, India merupakan salah satu eksportir terbesar beras dunia dengan besaran 40 persen. Kebijakan pemerintah India itu kemudian membuat efek domino kenaikan harga beras dari eskportir lain.

Sejak aturan stop ekspor beras India berlaku saja, kenaikan harga beras sekitar US$ 80 per ton sudah mulai terjadi. Ini jelas merupakan salah satu ancaman bagi Indonesia yang juga mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand.

Walaupun Indonesia sebenarnya tidak dalam posisi meminta beras impor dari India. Justru India yang menawarkan beras ke Indonesia dan telah meminta trade balance atau neraca perdagangan ke Kementerian Perdagangan (Kemendag), tapi langkah India tersebut tetap harus diwaspadai.

Keputusan India untuk menghentikan ekspor beras harusnya bisa memberikan dorongan untuk pemerintah Indonesia meningkatkan produksi beras di tingkat lokal.

Indonesia yang biasanya mengandalkan impor beras, harusnya sekarang terdorong untuk meningkatkan produksi beras dalam negeri untuk menciptakan peluang baru bagi petani lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan impor.

Penting bagi pemerintah untuk merespons secara efektif dan berkolaborasi untuk mengatasi masalah ini dan mencari solusi jangka panjang untuk keamanan pangan global. (S83)

Exclusive content

Latest article

More article