Pinter EkbisBagaimana Makanan Mempengaruhi Mood?

Bagaimana Makanan Mempengaruhi Mood?


PinterPolitik.com

Makanan bukan hanya bahan bakar yang memungkinkan tubuh kita berfungsi; makanan juga mempengaruhi bagaimana kita merasa sepanjang hari. Dari kegembiraan sesaat saat menyantap cokelat hingga kelesuan yang kita rasakan setelah makan siang berlemak, hubungan antara makanan dan mood kita terjalin erat.

Tidak heran, konsep comfort food atau makanan penghibur menjadi populer, karena banyak orang merasa lebih baik secara emosional setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu.

Beberapa makanan dikenal bisa meningkatkan produksi neurotransmiter, seperti serotonin dan dopamin, yang berfungsi untuk menaikkan mood. Pisang, alpukat, dan kacang almond adalah contoh makanan yang kaya akan triptofan, asam amino yang menjadi bahan dasar untuk produksi serotonin.

Selain itu, makanan yang kaya Omega-3, seperti ikan salmon, juga diketahui memiliki efek positif pada kesehatan mental.

Namun, efek makanan terhadap mood kita tidak selalu positif. Konsumsi gula dan karbohidrat olahraga dalam jumlah besar dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah, yang pada gilirannya bisa mempengaruhi mood.

Misalnya, keadaan sugar high yang disebabkan oleh asupan gula yang tinggi biasanya diikuti oleh sugar crash, sebuah keadaan di mana kita merasa lesu dan mudah tersinggung. Selain itu, kelebihan kafein juga bisa mempengaruhi kestabilan emosi dan kualitas tidur.

Jangan lupa juga tentang efek psikologis makanan. Budaya dan memori pribadi kita berperan besar dalam menentukan bagaimana makanan mempengaruhi mood kita. Makanan kesukaan dari masa kecil atau hidangan spesial dari budaya kita seringkali memberikan rasa kenyaman dan nostalgia yang bisa meningkatkan mood.

Secara keseluruhan, makanan memang mempengaruhi mood kita, baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, penting untuk memilih makanan yang tidak hanya enak tetapi juga memberikan efek positif pada kesejahteraan emosional.

Mengenali jenis makanan yang membuat kita merasa baik atau buruk bisa menjadi langkah pertama untuk menciptakan pola makan yang lebih seimbang dan, pada akhirnya, kehidupan yang lebih bahagia. (A49)

Exclusive content

Latest article

Djarot Jadi the Next Hasto?

More article