Bukannya semakin moncer, citra kandidat Capres 2024 Ganjar Pranowo tampaknya justru sedang terjerembap. Betapa tidak, sederet dinamika politik tak menguntungkan hingga manuver yang berubah jadi blunder seolah memperkecil peluang Gubernur Jawa Tengah itu untuk diusung sebagai capres. Kasus terakhir nih misalnya, Ganjar dianggap menjadi salah satu biang kerok setelah FIFA membatalkan penyelenggaraan Piala Dunia U20 di Indonesia. Untuk diketahui, Ganjar menjadi salah satu kepala daerah yang menolak Timnas Israel bermain di Indonesia. Padahal kan, Jawa Tengah telah ditunjuk sebagai salah satu penyelenggara pertandingan, tepatnya di Stadion Manahan Solo. Lantas, apakah posisi Ganjar kini benar-benar semakin tak menguntungkan untuk diusung sebagai capres di 2024? Inilah Blunder Ganjar, Pilpres Pudar!
https://youtu.be/KevvPmf4Geo
Menurut kalian keren ngga sih atribut dan seremoni ala-ala militer yang diperagakan sama ormas sampe partai politik ini? Soal selera, tentu subjektif sih ya...
https://youtu.be/FalVVRWqRxI
Siapa yang tak kenal Mongol Stres? Status Mongol sebagai komedian papan atas memang tak perlu diragukan lagi. Sebagai komedian tunggal, Mongol adalah salah satu...
https://youtu.be/uU7Q529vYLQ
KH Hasyim Asy’ari adalah ulama besar yang banyak berkontribusi terhadap perkembangan pengetahuan Islam di Indonesia. Dijuluki sebagai Hadratus Syeikh atau maha guru, beliau memiliki...
https://youtu.be/wDsSe1vlTDo
Budiman bercerita bagaimana perbedaan yang ia rasakan saat masih ada di PRD dibandingkan ketika menjadi bagian dari PDIP. Ia juga bercerita bagaimana politik kekuasaan...
Kubu cebong dan kubu kampret menjadi warna polarisasi politik yang telah terjadi untuk waktu yang cukup lama dan seolah membagi Indonesia menjadi dua kutub...
Harmoko adalah sosok pembantu presiden paling populer di era itu. Ia adalah bintang media. Setiap hari, koran dan televisi memberitakan aktivitasnya, baik sebagai Menteri Penerangan maupun sebagai Ketua Umum Golkar. Kata-kata yang sering menjadi tagline Harmoko dan kerap ia ucapkan adalah: “Menurut petunjuk beliau bapak presiden”. Harmoko menjadi Menteri Penerangan selama 3 periode, yakni antara tahun 1983 hingga 1997.