HomePinPol TVGibahin Teddy Indra Wijaya, Sang Letkol yang Terus Gaspol

Gibahin Teddy Indra Wijaya, Sang Letkol yang Terus Gaspol

Kecil Besar

PinterPolitik.com – Letnan Kolonel (Inf.) Teddy Indra Wijaya mungkin tak pernah bermimpi ada di posisinya saat ini sebagai seorang Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, sebagaimana dirinya bertestimoni saat menjadi Asisten Ajudan Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 silam.

Sekali lagi, seorang Letnan Kolonel aktif TNI dipercaya untuk menduduki jabatan sipil tertinggi dalam koordinasi teknis kabinet, awalnya dianggap sangat ora umum dan agak laen.

So, langsung aja, siapa sesungguhnya sosok yang kini telah dan sepertinya akan terus menarik perhatian ini? Lalu mengapa Presiden Prabowo memberikan kepercayaan lebih kepadanya? Dan apa makna dari penunjukan ini bagi dinamika politik-pemerintahan di masa depan?

Baca juga :  Jersey Oranje Pengubur Luka Sejarah?
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna

#Trending Article

2019 Perang NASAIN

Pilpres 2019 tak hanya sekadar perang tokoh, tetapi juga perang Nasain, sebuah isme yang menggambarkan tiga kekuatan politik tanah air.

Politik Deteransi Korea Utara

pinterpolitik.com - Hubungan Jepang–Korea Utara saat ini belum memiliki hubungan diplomatik yang resmi, tetapi sudah ada pertemuan diplomatik antara kedua negara untuk membahas masalah...

Jadi Menhan, Mengapa Prabowo Malah Membisu?

https://youtu.be/DuKdvaWEK6o Setelah menjadi Menteri Pertahanan, anehnya Prabowo Subianto tidak segarang dulu dalam mengomentari isu-isu keamanan dan pertahanan, serta intervensi asing. Mungkinkah terdapat kondisi tertentu di...

Polisi Jadi Target Teror?

Aksi-aksi teroris belakangan ini semakin sering menjadikan polisi sebagai target penyerangan. Dalam sepekan terakhir, ada 2 kasus penyerangan terhadap polisi. Mengapa aksi-aksi tersebut semakin...

Sejarah Semaun: Pemimpin PKI Yang Pindah Jalur?

Semaun dipersepsikan secara positif, terlepas catatan sejarahnya sebagai pendiri sekaligus Ketua Umum pertama Partai Komunis Indonesia alias PKI.

Dari Djarum ke Indomie: Ini Alasan Indonesia Butuh Konglomerat

Tahun 1970-an menjadi salah satu babak penting dalam perjalanan Indonesia sebagai sebuah negara, pasca berakhirnya keterpurukan ekonomi.

Sejarah GAM

pinterpolitik.com - Sejak pertama kali dilaksanakan di Aceh, hukuman cambuk mendapat berbagai reaksi, baik positif maupun negatif. Berbagai alasan dikemukakan terkait kerasnya hukuman tersebut...

More Stories

The Economic War: Dari Athena Hingga Inggris vs Belanda

https://www.youtube.com/watch?v=ivlK1nCsT6w Pinterpolitik.com - Tahun 431 SM, Athena dalam kondisi sejahtera. Laut Aegea dikuasai penuh dan perdagangan sedang puncak-puncaknya. Ekonomi pun tumbuh signifikan. Tapi riak-riak pertentangan...