HomeNalar Politik

Nalar Politik

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

spot_imgspot_img

Kisah “Padi Berbisik” Amran?

Di bawah kepemimpinan Amran Sulaiman, pertanian Indonesia seolah kembali berdenyut dan menemukan harapan. Dari sawah hingga sistem digital, “padi berbisik” menjadi metafora kebangkitan agraria modern—sebuah kisah tentang teknokrat, kapital, dan tanah yang berbicara, menakar apakah legenda itu akan abadi atau sekadar gema sesaat.

Kalimantan, Wakanda-nya Indonesia?

Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Kalimantan bukan hanya tentang IKN atau hutan tropis—pulau ini menyimpan sumber daya strategis yang bisa jadi kunci masa depan...

Prabowo–Anwar: “Soeharto–LKY” Masa Kini

Malaysia sukses gelar KTT ASEAN ke-47 dengan sorotan dunia. Apakah duet Prabowo–Anwar akan jadi penentu arah baru Asia Tenggara?

Belum Merdeka Air Minum

Delapan dekade Indonesia merdeka, namun kemerdekaan dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti air minum masih menjadi pertanyaan besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 mengungkapkan fakta yang mengejutkan: 40% masyarakat Indonesia masih bergantung pada air galon atau air minum dalam kemasan (AMDK) untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari.

Unbreakable Prabowo–Subiyanto?

Duet simbolik “Prabowo–Subiyanto” bukan sekadar similaritas fonetik, melainkan metafora harmoni sipil-militer di era Presiden Prabowo Subianto sebagai living legend.
spot_img

Latest

Diesel yang Padam, Neraca yang Menyala

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?