HomeNalar Politik

Nalar Politik

Sarat Makna Kavaleri Kuda Istana

Bukan sekadar pengawal tamu negara. Di balik 120 kavaleri kuda yang mengiringi Narendra Modi menuju Istana Negara Jakarta, tersimpan pesan tentang diplomasi, kekuasaan, dan martabat negara. Mengapa kuda masih relevan di era digital? Karena dalam politik modern, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada kebijakan.

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT

Tapir Mesuji Hidup di Hati Rakyat

spot_imgspot_img

Bisakah Ferdy Sambo Bebas?

Telaah menarik hadir saat diskursus dari sudut pandang hukum membuka peluang bagi Ferdy Sambo untuk bebas. Lalu, mungkinkah itu terjadi? PinterPolitik.com Terkait kasus pembunuhan Brigadir J,...

Sandi Didesak Tinggalkan Prabowo?

Partai Gerindra akan mengusung Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Apakah Sandiaga Uno harus meninggalkan Partai Gerindra dan Prabowo agar dapat maju di Pilpres 2024? PinterPolitik.com “Loyalty...

Singkirkan Prabowo, Sandi Didukung Xi Jinping?

Terpilihnya kembali Xi Jinping untuk ketiga kalinya sebagai Presiden Tiongkok agaknya menimbulkan efek kepada sosok RI-1 di 2024 mendatang. Nama Sandiaga Uno sekilas menjadi...

Sim Card Bocor, Kominfo Bersalah?

Lagi-lagi permasalahan kebocoran data terjadi. Kali ini, kebocoran terjadi pada data registrasi SIM Card. Publik mempertanyakan tanggung jawab Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) selaku pembuat kebijakan.

Bukan Luhut, Harusnya Nadiem?

Pemerintahan Joe Biden di Amerika Serikat (AS) tampaknya mulai dekati Luhut. Namun, apakah Luhut orang yang tepat? Siapakah yang tepat?
spot_img

Latest

Sarat Makna Kavaleri Kuda Istana

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT

Tapir Mesuji Hidup di Hati Rakyat

Republik dalam Satu Kata Sandi

More Stories

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT