HomeNalar Politik

Nalar Politik

Sarat Makna Kavaleri Kuda Istana

Bukan sekadar pengawal tamu negara. Di balik 120 kavaleri kuda yang mengiringi Narendra Modi menuju Istana Negara Jakarta, tersimpan pesan tentang diplomasi, kekuasaan, dan martabat negara. Mengapa kuda masih relevan di era digital? Karena dalam politik modern, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada kebijakan.

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT

Tapir Mesuji Hidup di Hati Rakyat

spot_imgspot_img

Singkirkan Dudung, PDIP Pilih Andika?

Polemik antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman mencuat setelah disinggung intens oleh politisi PDIP Effendi Simbolon. Di titik ini,...

Saatnya Menkominfo Johnny Plate Dicopot?

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate belakangan sering disoroti publik akibat sejumlah pernyataan kontroversialnya terkait permasalahan dunia digital Indonesia. Ini kemudian mengundang pertanyaan: apakah Johnny masih layak menjadi seorang Menkominfo?

Kenapa Pemerintah Selalu Salahkan Rakyat?

Dalam sejumlah isu, pemerintah kerap kali salahkan masyarakat dalam suatu krisis. Rakyat seakan menjadi pihak yang bertanggung jawab sepenuhnya tiap terjadi permasalahan besar. Apakah...

Nadiem dan Siasat Orang Dalam

Akibat OTT KPK di kasus "orang dalam" Unila, Nadiem Makarim sebut akan investigasi PTN-PTN lain. Apa siasat di balik kebijakan investigasi ini?

Turun Takhta, Anies Binasa?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya turut diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi Formula-E. Mencuatnya isu kasus ini dianggap akan menjadi akhir...
spot_img

Latest

Sarat Makna Kavaleri Kuda Istana

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT

Tapir Mesuji Hidup di Hati Rakyat

Republik dalam Satu Kata Sandi

More Stories

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT