HomeNalar Politik

Nalar Politik

Sarat Makna Kavaleri Kuda Istana

Bukan sekadar pengawal tamu negara. Di balik 120 kavaleri kuda yang mengiringi Narendra Modi menuju Istana Negara Jakarta, tersimpan pesan tentang diplomasi, kekuasaan, dan martabat negara. Mengapa kuda masih relevan di era digital? Karena dalam politik modern, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada kebijakan.

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT

Tapir Mesuji Hidup di Hati Rakyat

spot_imgspot_img

Bjorka, Rusia, dan Era Tech-Dystopia

Peretasan yang dilakukan Bjorka telah jadi perbincangan besar. Namun, fenomena yang mencolok justru adalah dampak pembentukkan opini warganet yang mendukung Bjorka dan membenci pemerintah, bukan tentang data yang bocor itu sendiri. Mengapa bisa demikian?

Duel Jenderal TNI, Hendropriyono vs Luhut di 2024?

Sejak Pilpres 2014, Hendropriyono dan Luhut merupakan dua Jenderal TNI yang berada di belakang Jokowi. Namun, karena kepentingan politik yang berbeda, kedua Jenderal TNI...

Cawapres 2024, Jokowi Sebenarnya Overrated?

Sorotan langsung tertuju pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasca Mahkamah Konstitusi (MK) melontarkan pernyataan menarik, yakni presiden yang telah menjabat selama dua periode bisa...

Sia-sia, Megawati Kritik BLT Jokowi?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai “kompensasi” atas kenaikan harga BBM bersubsidi. Dengan BLT yang hanya dikeluarkan sebanyak satu kali,...

PSSI dan Prabowo Tak Suka Anies?

Pertandingan uji coba Timnas Indonesia vs Curacao yang batal digelar di Jakarta International Stadium (JIS) merembet ke isu Pemilu 2024. Dalam dinamika isu yang...
spot_img

Latest

Sarat Makna Kavaleri Kuda Istana

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT

Tapir Mesuji Hidup di Hati Rakyat

Republik dalam Satu Kata Sandi

More Stories

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT