HomeNalar Politik

Nalar Politik

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Menyikap Tubir Milbus

spot_imgspot_img

Operasi Rahasia di Balik Salam 4 Jari: Menuju Ahok Jurkam Anies?

Dengarkan Artikel Ini: Kemunculan narasi “salam 4 jari” beberapa hari terakhir memang menimbulkan pertanyaan besar soal peluang koalisi pasangan calon nomor 01, Anies-Cak Imin, dengan...

Prabowo, ‘Erdoğan’ Versi Asia?

Dalam wawancara dengan media asing, Prabowo ingin bawa Indonesia jadi lebih asertif. Apakah Prabowo akan jadi 'Erdoğan' versi Asia?

Mengapa Iran Tiba-tiba Ngamuk? 

Setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Yaman, Iran tiba-tiba menyerang Irak, Suriah, dan Pakistan. Mengapa aksi militer Iran tersebut bisa terjadi? Bagaimana logika politik di baliknya? 

Benarkah Erick Mustahil Tenggelam?

Lolosnya Tim Nasional (Timnas) Indonesia ke babak 16 besar Piala Asia kiranya akan berdampak pada sang Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir. Ini tampaknya merupakan residu positif atas ambisi politik Erick sebelumnya. Mengapa demikian?

PKS Terjebak Ilusi Superioritas?

Elektabilitas PKS di Pemilu 2024, yang menurut survei CSIS tembus empat besar dan seolah menjadi glorifikasi tersendiri, agaknya tetap tak dapat menutupi tantangan besar partai tersebut. Mengapa demikian?
spot_img

Latest

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Menyikap Tubir Milbus

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah