HomeFokus BUMNHutama Karya Gandeng BPJT Kampanyekan Keselamatan di Jalan Tol

Hutama Karya Gandeng BPJT Kampanyekan Keselamatan di Jalan Tol

Kecil Besar

PT Hutama Karya (Persero) menggandeng Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menegakkan aturan berkendara di jalan tol melalui kampanye bertajuk ‘Setuju’ (Selamat Sampai Tujuan).


PinterPolitk.com

Kegiatan yang berlangsung di ruas tol Akses Tanjung Priok KM 60 Jakarta, Senin (27/1) bertujuan mengkampayekan keselamatan berkendara di jalan tol, kali ini diiringi upaya penindakan tegas bagi pengemudi yang melanggar aturan berkendara di jalan tol dengan muatan berlebih atau Over Dimension and Over Load (ODOL).

Executive Vice President Hutama Karya, J. Aries Dewantoro dalam keterangan resmi mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh pelaksanaan kampanye ‘Setuju’ untuk tahap kedua termasuk penindakannya.

“Ada lima pesan kunci yang ingin kami sampaikan dalam kampanye kali ini, yaitu setuju bahwa keselamatan adalah nomor satu, setuju untuk turunkan fatalitas kecelakaan di jalan tol, setuju untuk tertib kecepatan berkendara di jalan tol, setuju untuk tertib berkendara di jalan tol, dan setuju untuk tertib over dimensi menuju zero over load di jalan tol,” katanya.

Menurut Aries, berbeda dengan kampanye ‘Setuju’ sebelumnya, untuk kampanye ‘Setuju’ tahap  kedua ini, pihaknya lebih mengedepankan melakukan penindakan hukum yang cukup tegas terhadap pelanggaran yang terjadi di jalan tol, bagi kendaraan ODOL.

Aries menegaskan aksi kampanye dan penindakan itu akan dilaksanakan dengan cakupan wilayah yang lebih luas yaitu serempak di seluruh ruas tol yang dikelolanya, yakni di ruas tol Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Bakauheni-Terbanggi Besar, hingga Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung untuk di wilayah Jalan Tol Trans Sumatra, serta ruas tol JORR Seksi S dan tol Akses Tanjung Priok  dan tol wilayah Jawa lainnya.

Sementara itu Kepala BPJT, Danang Parikesit  mengatakan dengan  sosialisasi masif yang sudah dilakukan BUJT dan Hutama Karya, tingkat pelanggaran disebut mengalami penurunan dan tingkat kepatuhan pengemudi meningkat.

Baca juga :  Danantara dan Konstitusi Kedua: Ketika Negara Memilih Menjadi Satu Arsitektur

“Ini berarti banyak pengemudi sudah memahami jika akan masuk ke jalan tol mereka harus memperhatikan kapasitas kendaraan. Ini juga menjadi bentuk dari upaya penegakan hukum di jalan tol yang telah kita sepakati bersama,” tandasnya.

Kampaye ‘Setuju’digagas oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai bagian tanggung jawab perusahaan BUMN untuk mengelola jalan bebas hambatan (Tol) untuk menjamin keselamatan berkendara  bagi para penguna jalan tol. (R58)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_img

#Trending Article

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Sugianto Kusuma mungkin bukan nama yang Anda ingat saat membeli iPhone. Tapi dialah yang berdiri di balik...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Negara menyebut mereka tulang punggung ekonomi, semakin lama mereka semakin hilang. Mereka tidak memiliki jaminan seperti kelas bawah dan mereka tidak punya akses sebesar kelas atas. Tetapi, mereka dipilih untuk menanggung semuannya.

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

Adu Nasib Rusdi-Sandi

Dua pengusaha besar, dua jalan politik berbeda. Rusdi Kirana berakar kuat di PKB hingga menjadi elite nasional, sementara Sandiaga Uno gagal mengangkat PPP dari keterpurukan. Mengapa modal, popularitas, dan jaringan tak cukup menyelamatkan partai yang rapuh?

More Stories

Erick Thohir Pastikan 4,7 Juta Masker Telah Didistribusikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan 4,7 juta masker yang diproduksi oleh perusahaan pelat merah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah...

BUMN akan Bangun RS Darurat Corona di Daerah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memerintahkan jajarannya untuk membangun Rumah Sakit Darurat Corona di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan...

BUMN Back Up Sepenuhnya RS Darurat Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  Erick Thohir  menjamin RS Darurat Penangan Covid-19 siap beroperasi  pada Senin (23/3). BUMN sepenuhnya siap back up kebutuhan...