HomeCelotehZulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Kecil Besar

Mengacu pada pengakuan rektor non-aktif Universitas Lampung (Unila), Karomani, sejumlah pejabat menitipkan beberapa nama agar bisa diterima sebagai mahasiswa di Unila. Salah satu nama yang disebutkan adalah Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas).


PinterPolitik.com

“Itu kan yang membuat jastiper mati-matian cari barang dan rela antre sampai mengular” – Ramadhana Karmila, pengusaha jasa titip (jastip)

Buat kalian yang sedang mencari peluang bisnis kecil-kecilan yang menjanjikan, mungkin usaha jasa titip (jastip) bisa menjadi jawabannya. Bisnis ini bisa jadi sangat menjanjikan buat mereka yang kerap bepergian jauh – mulai ke luar kota hingga ke luar negeri.

Hmm, daripada uang hanya habis untuk digunakan saat bepergian, mengapa tidak sekalian dibuat menghasilkan uang kembali saja? Toh, kalau tidak benar-benar mengembalikan modal bepergian, usaha jastip bisa membantu mengurangi ongkos yang kita habiskan. 

Modalnya pun tidak mahal. Hal yang dibutuhkan hanyalah ponsel pintar (smartphone) di platform media sosial (medsos) yang bakal kita gunakan untuk mengumumkan pembukaan jastip sebelum kita pergi. 

Kemudian, calon pembeli akan menyerahkan uang muka sebagai jaminan bahwa sang pembeli berniat sepenuhnya untuk membeli produk di luar negeri yang dimaksud. Selanjutnya, penawar jastip kemudian melaksanakan komitmen yang disepakati dengan menyampaikan produk yang dibeli di luar negeri.

Zulhas Dicatut PAN Membantah

Nah, siapa sangka kalau model bisnis ala jastip ini nggak hanya berlaku di jastip pembelian produk-produk di luar negeri, melainkan di perdagangan atas produk atau jasa lainnya. Satu hal yang mirip adalah bagaimana kesepakatan komitmen yang dilakukan awal.

Salah satunya adalah transaksi di dunia pendidikan lho. Nggak percaya? Hmm, coba tanya aja ke Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) yang baru-baru ini jadi sorotan setelah namanya disebutkan oleh rektor non-aktif Universitas Lampung (Unila), Karomani, yang tengah diproses karena “jastip” penerimaan mahasiswa baru.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Hmm, mengacu pada tulisan Maria Kravtsova dan Aleksey Oshchepkov yang berjudul Market and Network Cooperation, dalam pendekatan ekonomi terhadap korupsi, korupsi berjalan mirip hubungan penjual dan pembeli – di mana penjual menjajakan “jasanya” kepada pembeli.

Katanya sih, Pak Zulhas pernah pakai “jastip-nya” Prof. Karomani. Hmm, gimana tuh testimoninya, Pak? Barang kali bisa dijadikan bahan promosi-in “jastip-nya” Prof. Karomani tuh – biar makin banyak penggunaan “jastip” itu. Hehe. (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?