HomeCelotehTiongkok Sahabat Prabowo?

Tiongkok Sahabat Prabowo?

Kecil Besar

“That’s cool, ‘cause my homies still” – Lil Wayne, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Publik kini diramaikan oleh pemberitaan mengenai kapal-kapal asal Tiongkok yang dinilai telah menerobos zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara. Banyak dari kita pasti marah nih kalau bagian dari kedaulatan kita terampas oleh perilaku negara-negara lain.

Hmm, sudah pastinya dong pemerintah perlu bergerak dan menolak tindakan Tiongkok. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) misalnya, mengirimkan nota protes, memanggil Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan mengeluarkan sikap resmi yang menolak klaim negara tersebut atas Laut China Selatan.

Tak hanya Kemlu, mata harapan publik akan aksi pemerintah juga tertuju pada Kementerian Pertahanan nih. Pasalnya, kementerian tersebut memiliki misi untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.

Pak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sendiri juga pernah nih mengusung pentingnya upaya-upaya untuk menjaga kedaulatan Indonesia ketika masih berkampanye sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019. Kala itu, Pak Prabowo mengkritik alat utama sistem senjata (alutsista) pertahanan negara yang dianggapnya terlalu lemah bila suatu saat harus menghadapi ancaman dari negara-negara asing.

Hmm, jelas dong publik akhirnya berharap Pak Prabowo bisa bertindak tegas terhadap ancaman negara lain kali ini, khususnya Tiongkok. Eits, tapi, ternyata, Pak Prabowo punya pendapat lain nih soal RRT.

Kata beliau beberapa waktu lalu, Tiongkok adalah negara sahabat dan berharap dapat menemukan solusi yang baik. Beliau pun menyarankan agar hubungan antara Indonesia dan Tiongkok tetap santai dan cool.

Lagi pula, sepertinya Pak Prabowo memang bersahabat dengan Tiongkok. Pada tahun 2018 misalnya, Pak Prabowo pernah dikunjungi oleh Dubes Tiongkok Xiao Qian di rumahnya di Hambalang.

Hmm, sontak, pernyataan Pak Prabowo mengenai Tiongkok sebagai sahabat menuai banyak tanggapan nih. Salah satunya datang dari partai politik mantan koalisinya di Pilpres, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Juru Bicara PKS Muhammad Kholid pun mempertanyakan sikap Pak Menhan yang dianggapnya terlalu santai soal kedaulatan negara. Kritik itu akhirnya ditanggapi oleh Pak Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai jubir Menhan.

Ya, PKS bukan tidak mungkin benar juga dong dalam mengingatkan pemerintah. Seperti kata Pak Kholid, sebagai sahabat, PKS ada baiknya perlu mengingatkan Pak Menhan nih.

Waduh, jadi kayak pertengkaran antarsahabat gini. Pak Prabowo nggak mau mengkritik sahabatnya, Tiongkok, seperti yang diminta oleh sahabat lainnya, PKS.

Hmm, jadi mirip dengan film Mean Girls (2004) juga kisahnya. Dalam film tersebut, Cady Heron memiliki sahabat-sahabat sekolah, Janis Ian dan Damian Leigh. Namun, seiring berjalannya waktu, Cady justru sering hangout nih dengan kelompok populer di sekolahnya yang dipimpin oleh Regina George.

Sedihnya nih, Regina dan Janis ini acap kali nggak sejalan. Janis sampai-sampai meminta Cady agar “menyerang” Regina tetapi Cady pun menolak karena menilai Regina sebagai sahabat baiknya juga.

Wah, bisa-bisa Pak Prabowo – seperti Cady – mengalami dilema nih dengan sikap dua sahabatnya yang berbeda. Kira-kira, bagaimana ya sikap Pak Menhan ke depannya?

Ya, mungkin, seperti  kata Pak Dahnil, beliau ingin persoalan ini diselesaikan secara diplomatis dengan Tiongkok. Lagi pula, Pak Prabowo dan Pak Xiao Qian udah sepakat pada Oktober 2019 lalu kalau kedaulatan antar dua negara adalah hal yang utama – entah versi siapa nih yang lebih utama. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Negara Penyangga
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

MBG dan Runtuhnya ‘Republik Tepung’

Prabowo melarang telur dadar di program MBG karena rawan dicampur tepung. Mungkinkah kebiasaan "tepung" ini mengancam masa depan bangsa?