HomeCelotehTerawan Semakin Membingungkan?

Terawan Semakin Membingungkan?

“A great leader is inspirational and motivational, but is also driven to great execution” – Adena Friedman, CEO Nasdaq Inc.


PinterPolitik.com

Pernah dengar kalimat ‘easy to say but hard to do’ kah, cuy? Pasti pernahlah, ya. Lagian, sejak kecil juga kita mendengar arti padanan kalimat itu dalam sebuah peribahasa “tong kosong nyaring bunyinya” dan jargon “sedikit bicara banyak bekerja”. Nah, saking pentingnya energi dalam kalimat tersebut, sampai-sampai banyak sekali film, terutama tentang kepemimpinan yang mengampanyekannya.

Salah satu film yang mimin kagumi ialah Crows Zero. Mungkin nih, rata-rata orang menangkap film ini cuma bercerita tentang kenakalan remaja tetapi, menurut mimin, justru film ini mengajarkan kepemimpinan sih.

Dalam film tersebut, ada banyak pemimpin kelompok yang sangat dihormati pasukannya. Dan, tahukah kalian bahwa mereka yang menjadi pemimpin itu tidak ada yang banyak bicara?

Coba saja dicek deh – mulai dari Genji Takiya, Tamao Serizawa, sampai ‘great leader preman’ Hideo Takiya. Mereka semua lebih banyak eksekusi langsung daripada mengumbar pembicaraan yang membosankan dan terkesan sok-sokan.

Hasilnya, mereka dibanggakan oleh anak buahnya pun dihormati banyak kalangan. Begitulah film ini mengajarkan, betapa penting bagi seorang pemimpin untuk memahami, bahwa eksekusi lebih dibutuhkan ketimbang banyak bicara soal konsep dan konsep.

Nah, sama halnya dalam kehidupan bernegara, pemimpin juga harus banyak bekerja daripada berbicara, pun harus banyak mengeksekusi daripada mengonsepsi suatu istilah. Apalagi kalau istilah yang dikonsepkan itu bukannya membuka kesadaran masyarakat, melainkan tambah membikin beban pikiran saja. Hadeh.

- Advertisement -

Coba deh, nggak perlu jauh-jauh ke masyarakat luas, kita sendiri saja lho bingung juga menerjemahkan istilah-istilah yang akhir-akhir ini dilontarkan oleh salah satu pemimpin kita soal kesehatan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, seperti ‘kasus suspek’, ‘kasus probable’, ‘kasus konfirmasi’, dan lain-lain sebagai ganti dari istilah yang lebih dulu kita ketahui – yakni OTG, ODP, dan PDP – sebagaimana yang tertera dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019.

Begini lho, cuy, di mana-mana, masyarakat itu nggak pernah minta yang aneh-aneh kepada para pemimpin. Cukup persoalan yang menyusahkan diatasi saja, mereka sudah bersyukur lho. Itu artinya daripada Pak Menkes membuat istilah baru. Mending fokus saja mengeksekusi rencana penanganan Covid-19 dengan baik dan benar.

Percayalah, Pak, masyarakat kita ini lebih suka bekerja daripada mengapal istilah-istilah itu. Lagian kalau mau main babagan ‘pengistilahan’, Pak Menkes ini rasa-rasanya kok seperti anak gaul Jakarta Selatan (Jaksel) saja ya, cuy. Suka pakai istilah-istilah yang keren, tapi malah membuat banyak orang bingung. Upss.

Kayaknya nih, gengs, mimin musti mengingatkan, bahwa Pak Menkes Terawan dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebab diyakini mampu mengeksekusi banyak program kesehatan, mengingat Pak Terawan kan pernah berhasil mengeksekusi pekerjaan dengan sempurna di RSPAD, bukan dipilih karena pandai beretorika. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Hasto Selalu Jadi Stuntman Mega?
spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Ketika Anies Jadi Cover Boy

Baru-baru ini, warga Kota Malang, Jawa Timur, diramaikan oleh kemunculan tabloid-tabloid bergambarkan muka Anies. Anies sukses jadi cover boy?

Mengapa Mahfud Kebut UU PDP?

Setelah ramai serangan Bjorka pada pejabat, Mahfud MD berjanji agar UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) segera disahkan oleh DPR.

Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan

Anies Baswedan mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Singapura. Sementara, Jokowi dapat Global Citizen Awards di AS.

Polemik Kuntadhi, Ganjar Cuci Tangan?

“Saya kenal Pak Ganjar. Tapi kayaknya Pak Ganjar, ya nggak kenal saya secara pribadi,” – Eko Kuntadhi, Pegiat media sosial PinterPolitik.com Eko Kuntadhi – pegiat media...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...