HomeCelotehSri Mulyani Makin Tak Terbendung

Sri Mulyani Makin Tak Terbendung

Kecil Besar

“Menolak permohonan pengujian para pemohon seluruhnya atau setidaknya menyatakan permohonan pengujian para pemohon tidak dapat diterima”. – Sri Mulyani, Menteri Keuangan


PinterPolitik.com

Di tengah aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja yang baru disahkan oleh DPR, ternyata ada produk hukum lain yang juga kontroversial dan kini tengah dikaji oleh Mahkamah Konstitusi alias MK. Ya, itu adalah UU Nomor 2 Tahun 2020 yang mengatur penanganan pandemi Covid-19, terutama di bidang ekonomi.

Buat yang belum tahu, UU ini merupakan Perppu yang awalnya dibuat oleh Presiden Jokowi, yang di dalamnya ada kelonggaran bagi pemerintah untuk melebarkan batas defisit dari APBN yang disebut-sebut mencapai 6,34 persen terhadap PDB.

Nah, dalam ketentuan yang berlaku sebelumnya, defisit APBN hanya diperbolehkan di bawah 3 persen. Jadi, bisa dibilang UU ini adalah jaminan bagi pemerintah untuk mengatur ekonomi di tengah pandemi yang serba sulit seperti sekarang ini.

Makanya nggak heran, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta majelis hakim MK untuk menolak gugatan uji materi atau judicial review UU tersebut. Sebelumnya, UU ini emang digugat oleh beberapa pihak karena dianggap berpotensi ditunggangi oleh “penumpang gelap”.

Soalnya, ada beberapa bagian dalam UU tersebut yang memberikan keleluasan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan tanpa perlu takut adanya konsekuensi hukum di kemudian hari. Ini yang membuat banyak pihak menilai bahwa potensi penyelewengan bisa saja terjadi.

Nah, Menkeu Sri Mulyani sendiri menjelaskan bahwa hadirnya UU tersebut tidak merugikan hak konstitusional pemohon. Ini disampaikan saat ikut sidang MK yang membahas UU tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa hadirnya UU tersebut merupakan instrumen yang penting untuk menghadapi kontraksi pertumbuhan ekonomi selama tahun 2020. Penanganan pandemi ini menurutnya membutuhkan langkah di luar kebiasaan atau extraordinary antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjaminan Simpanan.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?

Hmmm, berasa kayak perang galaxy yang harus dihadapi oleh pasukan Avengers nih. Upps. Semua pihak bersatu untuk menghalangi niat Thanos a.k.a. Covid-19 menghancurkan populasi manusia.

Yang jelas, dengan adanya “keributan” yang ditimbulkan oleh UU Ciptaker, sepertinya Sri Mulyani jadi nggak terbendung nih untuk membuat UU Covid-19 dimuluskan oleh MK. Apalagi, ini emang jadi instrumen penting bagi pemerintah dalam penanganan bencana kesehatan tersebut.

Menarik untuk ditunggu apa keputusan MK soal gugatan judicial review tersebut. (S13)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.