HomeCelotehSoal Cawagub, Gerindra Ghosting PKS?

Soal Cawagub, Gerindra Ghosting PKS?

Kecil Besar

“Don’t go ghost on me, I’ma go thriller on you” – Drake, penyanyi rap asal Kanada


PinterPolitik.com

Penantian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memiliki seorang wakil gubernur tampaknya semakin mendekati akhir nih. Pasalnya nih, beberapa waktu lalu, Partai Gerindra baru saja mengumumkan kalau mereka dan pihak dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah bersepakat mengenai siapa-siapa yang diajukan sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta.

Kabarnya, masing-masing partai mengirimkan satu kadernya untuk bersaing memperebutkan kursi Wagub yang ditinggalkan oleh Pak Sandiaga Uno tersebut. Di antaranya adalah Ahmad Riza Patria dari Gerindra dan Nurmansyah Lubis dari PKS.

Kata Pak Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sih, semua pihak sudah sepakat kok soal nama-nama tersebut. Namun, sepertinya, masih ada miskomunikasi nih di antara pihak-pihak tersebut. Soalnya, pihak PKS dikabarkan tidak tahu-menahu soal rencana Gerindra yang mengumumkan dua cawagub itu ke publik.

Waduh, masalah lagi dong. Kan, seharusnya, udah bagus ya ada kesepakatan setelah polemik panjang soal posisi wagub DKI Jakarta.

Katanya sih, PKS memang sudah sepakat soal pencalonan dua nama itu. Namun, PKS menganggap Gerindra bertindak secara unilateral soal pengumuman cawagub ke publik tersebut.

Kabarnya, Ketua DPW PKS Syakir Purnomo baru mendapatkan undangan tersebut dari Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik pada malam hari sebelum hari ketika pengumuman dilakukan. Pesan itupun baru dibalas oleh Pak Syakir pada pagi harinya yang berisikan permintaan agar kegiatan tersebut ditunda karena tidak adanya perwakilan PKS yang dapat hadir.

Tapi, balasannya Pak Syakir ini nggak direspons tuh sama Pak Taufik sampai pengumuman akhirnya benar-benar digelar. Hmm, kelakuan kayak gini ini nih yang kita juga sering alami, yakni chat yang tak berujung dibalas.

Hal seperti ini biasanya disebut ghosting tuh. Ghosting sendiri adalah istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan situasi di mana salah satu pihak tiba-tiba menghilang dan memutus komunikasi.

Hmm, masa iya partai-partai politik main ghosting juga. Mungkin, Gerindra ingin meniru Peter Parker alias Spider-Man di film Spider-Man: Far From Home (2019). Di film itu, dikisahkan bahwa Peter berusaha menghindari panggilan telepon dari Nick Fury.

Ya, jangan sampai lah ghosting terus-terusan. Kan, seperti kata Pak Syakir, jadi terlihat nggak kompak antara PKS dan Gerindra nanti. Ya, semoga saja permainan ghosting ini tidak mengganggu proses pemilihan cawagub DKI Jakarta. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Danantara OTW Beli Chelsea?
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?