HomeCelotehSliding Tackle Puan Untuk Jokowi

Sliding Tackle Puan Untuk Jokowi

Kecil Besar

Pelarangan mudik bisa mencegah penyebaran Covid-19. Akan tetapi, juga mengurangi putaran perekonomian dari pusat ke daerah. Tidak boleh ada lagi kebijakan yang membingungkan masyarakat. Siapkan mekanismenya dan sumber daya manusianya supaya penerapan dan pengawasan di lapangan konsisten”. – Puan Maharani, Ketua DPR RI


PinterPolitik.com

Puan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia alias KBBI, Puan punya beberapa arti. Arti yang pertama adalah tempat sirih dari emas atau perak yang biasanya dipakai oleh permaisuri atau pengantin perempuan.

Sedangkan arti kedua adalah yang identik dengan perempuan. Kata Perempuan itu sendiri punya akar kata “empu” dalam bahasa Sansekerta yang berarti tuan, orang yang ahli, atau orang yang dimuliakan.

Wih. Makanya, nama Puan Maharani bisa dibilang adalah nama yang unik sekaligus punya makna yang besar. Apalagi, Maharani artinya maharaja perempuan – yang lagi-lagi bermakna hebat.

Baca Juga: Jokowi Diterpa Terorisme Politik?

Dengan demikian, nggak salah sih kalau banyak orang yang menyebutkan bahwa takdir Puan Mahrani emang untuk menjadi orang berkuasa. Setidaknya, dengan posisi sekarang ini sebagai Ketua DPR RI, ia bisa melakukan apapun yang ia mau, termasuk mengkritik pemerintah yang berkuasa.

Kuasa yang terakhir itulah yang kini tengah digunakan oleh Puan Maharani. Ia mengkritik pemerintah terkait konsistensi kebijakan, terutama terkait mudik Lebaran yang kini jadi sorotan banyak pihak. Wih, walau Presiden dan Ketua DPR sama-sama dari satu partai, kritik tetap kritik.

Pasalnya, pemerintah memang telah menetapkan larangan mudik untuk Lebaran 2021. Antara tanggal 6-17 Mei 2021, moda transportasi mudik juga akan dihentikan.

Namun, hingga kini belum ada aturan atau sanksi khusus bagi mereka-mereka yang tetap memaksa mudik pada lebaran kali ini. Dengan demikian, jika ada masyarakat yang memaksa mudik, pemerintah belum punya instrumen tegas terkait sanksi apa yang akan diberikan.

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

Konteks inkonsistensi juga terlihat dari kebijakan lain yang diputuskan oleh pemerintah sendiri yang berhubungan dengan mudik. Di satu sisi ada aturan larangan mudik, namun di sisi lain Menkes Budi Gunadi Sadikin justru membuat program prioritas vaksin Covid-19 untuk para lansia di kota-kota tujuan mudik.

Hmm, kalau mudik dilarang, harusnya vaksinasi seperti biasa aja kan ya. Justru dengan adanya program vaksinasi untuk lansia di kota tujuan mudik, masyarakat jadi makin yakin untuk mudik. Soalnya pasti ada anggapan bahwa kalau sudah divaksin, bakal aman – sekalipun tentu saja pandangan yang demikian ini sangat salah.

Konteks konsistensi ini emang kudu diperbaiki sama pemerintah. Belajarlah dari acara TV macam Forged of Fire di History Channel, yang merupakan kompetisi para pandai besi pembuat pedang dan senjata bersejarah.

Di acara ini kebanyak pemenang adalah mereka yang konsisten dengan standar karya yang mereka buat. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. Soal mudik loh ya, bukan Forged of Fire. Hehehe. Kalau show yang satu ini bisa kalian saksikan di YouTube. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

“Karakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyata”. – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Anas Urbaningrum Segera Tantang SBY?

Baliho Anas Urbaningrum tiba-tiba terpasang di dekat Cikeas. Apakah mungkin Anas segera tantang SBY selepas bebas dari penjara?

More Stories

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Komprador Gurita Batu Bara

Pemadaman listrik bergilir kembali menghantui sejumlah wilayah Indonesia. Di baliknya, PLN menghadapi defisit 20 juta ton batu bara yang belum dikontrak dari total kebutuhan 154 juta ton per tahun. Menteri Bahlil sempat membantah, namun tim koordinasi darurat sudah dibentuk — tanda masalah ini lebih serius dari yang diakui.

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...