HomeCelotehSBY Prihatin untuk Prabowo?

SBY Prihatin untuk Prabowo?

Kecil Besar

Isu penjegalan dan upaya campur tangan pihak tersembunyi di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin gencar dihembuskan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan partainya, Partai Demokrat. Selain SBY, isu penjegalan terhadap Ketua Umum (Ketum) Prabowo Subianto juga mulai muncul.


PinterPolitik.com

โ€œBumi gonjang-ganjing, langit kรชlap-kรชlip, katon lir kincanging alis risang mawรจh gandrung. Sabarang kadulu wukir moyag-mayig saking tyas baliwur lumaris anggandrungโ€

Kutipan di atas merupakan empat baris awal dari sebuah suluk pedhalangan dalam pertunjukan wayang yang sering dinyanyikan oleh dalang. Syair ala Jawa yang berjudul Ada-ada Grรชgรชt Saut Wana Wasa ini menunjukkan situasi yang penuh dengan kekacauan.

Biasanya, suluk ini digunakan oleh dalang untuk menunjukkan terjadinya sebuah goro-goro. Goro-goro ini merupakan sebuah kejadian besar yang akan mengubah alur cerita pewayangan. 

Mungkin nih, suluk ini juga menggambarkan bagaimana kisah pewayangan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berjalan. Lah, piye? Wong tiba-tiba ada letupan isu terkait upaya-upaya penjegalan di balik dinamika pencarian calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk tahun 2024.

Isu ini datang dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebutkan sedang ada upaya-upaya tertentu yang ingin mengerucutkan pasangan calon (paslon) hanya menjadi dua set paslon. Selain itu, ada juga isu yang bilang kalau upaya ini juga bakal menjegal pencalonan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di tahun 2024 nanti.

Lah, setelah isu ini kenceng berhembus, muncul juga isu lain dari Partai Gerindra. Ada tudingan yang bilang kalau ada juga upaya untuk menjegal pencalonan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto melalui baliho.

Waduh, iki mainnya sudah mulai jegal-jegalan iki?! Bisa-bisa, jadinya edan tenan ini jalannya dinamika politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Baca juga :  Mata di Balik Gerbang

Nah, mendengar pernyataan SBY yang sampai ingin turun gunung, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akhirnya ikut komentar lho. Kata Anggota Bawaslu Lolly Suhenty, ini seh perlu jadi perhatian dan warning bersama buat kita semua โ€“ khususnya bagi lembaga-lembaga pelaksana Pemilu 2024.

Ya, benar seh, Rek. Gimana pun, kita semua harus bisa mewujudkan Pemilu 2024 yang jurdil โ€“ alias jujur dan adil. Jangan sampai nih, ada dalang-dalang yang mengubah โ€œalur kisahโ€ pewayangan politik Pemilu 2024 ini.

Trio SBY JK Paloh Dijegal

Tapi nih, Rek, warning ini jangan sampai hanya jadi narasi aja lho. Bawaslu maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga perlu mawas diri juga dong.

Soalnya nih, Bawaslu sendiri disebut tidak mengikuti peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang (UU) No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Bawaslu No. 8 Tahun 2019. Di situ, diatur lho soal bagaimana keterwakilan perempuan minimal 30 persen โ€“ termasuk di Bawaslu โ€“ perlu diperhatikan.

Lah, masalahnya nih, dari pengumuman 75 nama anggota Bawaslu terpilih periode 2022-2027 di 25 provinsi, jumlah perempuan yang lolos nggak sampai 15 persen lho. Ini jelas nggak memenuhi apa yang disyaratkan peraturan perundang-undangan.

Bawaslu pun hanya berjanji bahwa keterwakilan perempuan akan diperhatikan di seleksi berikutnya. Hmm, kan, ada periode yang mana tidak ada keterwakilan itu dong

Lagipula, minimnya keterwakilan bisa menciptakan dominansi bias dari kelompok tertentu lho. Bayangkan kalau itu terjadi dan mempengaruhi jalannya Pemilu 2024. Waduh.

Kalau kata Direktur Social Democracy Society (SDS) Universitas Jakarta (Unija) Adli Bahrun, proses seleksi perlu dilaksanakan lebih terbuka dengan memperhatikan persoalan keterwakilan ini. โ€œSebagai lembaga pengawas Pemilu, Bawaslu perlu bertanggung jawab kepada masyarakat,โ€ ujar Pak Adli.

Baca juga :  Iron Cage Menteri PU

Hmm, kalau gini caranya, suluk pedhalangan di awal bisa benar-benar menggambarkan bagaimana situasi kacau terjadi di banyak lapisan pelaksanaan Pemilu 2024. Semoga saja suluk di atas bisa berganti menjadi suluk yang lambangkan ketenteraman dan harmoni ya. (A43)


Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor โ€˜Recehโ€™ Jokowi

โ€œSelera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.โ€ PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono โ€˜Si Pengguncangโ€™ Dunia

โ€œBeri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.โ€ ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

โ€œKamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kitaโ€. โ€“ Odysseus, dalam film โ€œTroyโ€ PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

More Stories

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?

Najwa Shihab dan Kebangkitan Gossip-cracy

Najwa Shihab diam soal aksi 12 Juni, lalu dituding "antek". Benarkah publik sedang salah alamat dalam menagih pertanggungjawaban?

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia?ย