HomeCelotehSambo Bongkar Permainan Para Bintang?

Sambo Bongkar Permainan Para Bintang?

Kecil Besar

“Ini semacam momentum Kapolri dan jajarannya untuk bersih-bersih.” – Syamsul Arifin, Praktisi hukum


PinterPolitik.com

Pertanyaan terkait motif penghilangan nyawa Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J oleh Irjen Pol Ferdy Sambo,  menjadi atensi warganet dalam beberapa pekan terakhir. Isu liar seperti judi dan narkoba – meski belum dikonfirmasi oleh Polri – nyatanya sudah terlanjur diperbincangkan dan dikait-kaitkan oleh publik.

Menariknya, di tengah ramainya isu itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kepala Bagian Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto agar segala bentuk perjudian diberantas.

Warganet mencoba merangkai puzzle-puzzle peristiwa itu dan mengaitkan dengan istilah “303” yang akhirnya juga viral. Yang belum tau, istilah 303 ini diambil dari pasal yang ada dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) terkait perjudian.

Praktisi hukum Syamsul Arifin berkomentar dan menyebut bahwa di media sosial, 303 ini dikendalikan oleh sebuah kelompok yang disebut dengan Geng Konsorsium. Banyak spekulasi juga yang mengaitkan geng ini dengan Sambo. 

Nah, makanya tidak heran, momen rekayasa kasus tewasnya Brigadir J yang melibatkan Sambo, diharapkan dapat menjadi pintu masuk Jenderal Listyo dapat membersihkan geng konsorsium di tubuh Polri.

Lantas, mengapa kasus ini seolah sulit diurai oleh Jenderal Listyo? Apakah karena peristiwa semacam ini telah menjadi menjadi penyakit atau dapat disebut sebagai “patologi institusi” dalam tubuh Polri?

Sedikit memberikan pemaknaan, istilah patologi umumnya lebih dikenal di dunia medis, yaitu ilmu yang mempelajari tentang penyakit. Namun, tidak hanya tubuh manusia, istilah ini bisa juga digunakan untuk menunjukkan penyakit dalam institusi.

image 49
Nama Baik Polri Sedang Dipertaruhkan?

Layaknya organ dan sistem organ dalam anggota tubuh manusia, institusi juga bisa rusak, sehingga tidak mampu menjalankan fungsi organ-organ tubuhnya dengan baik lagi.

Sondang Siagian dalam bukunya Patologi Birokrasi, menyebut salah satu penyakit yang paling terlihat yaitu munculnya vested interest dalam tubuh birokrat.

Secara sederhana vested interest dimaknai sebagai kepentingan yang tertanam kuat pada suatu kelompok yang berusaha mengontrol sistem sosial untuk keuntungan sendiri.

Dalam konteks Polri, fenomena vested interest ini menjadi “penjara” tersendiri, apalagi jika salah satu personil dalam kelompok tersebut terjerat kasus. Sebagai contoh, kasus yang menjerat Sambo ini terlihat semakin melebar dan melibatkan banyak orang penting di dalamnya.

Dengan sikap suka mengontrol inilah, kelompok-kelompok tersebut sulit melepaskan posisi atau kedudukan yang sudah mereka dapatkan. Tentunya, kondisi saling sandera juga mungkin akan terjadi.

Hmm, akhirnya Sambo akan menjadi aktor penting untuk membersihkan Polri dari permainan para “bintang” ini. Harapannya sih gitu ya.

Btw, kalo saling sandera sih emang gak nyaman, yang buat nyaman itu Sandra Dewi. Uppsss. Hehehe. (I76)


Mengapa Style Militer Digandrungi Orang Indonesia?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...