HomeCelotehSaatnya Risma Mundur dari Mensos?

Saatnya Risma Mundur dari Mensos?

Kecil Besar

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) kembali marah-marah ketika menemukan bantuan sosial (bansos) yang belum tersalurkan di Jember, Jawa Timur. Alhasil, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Fraksi PKB Jazilul Fawaid memberi saran agar Risma mundur dan meletakkan jabatannya sebagai Mensos.


PinterPolitik.com

Banyak dari kalian pasti pernah mendengar kata “toxic”. Kata satu ini mulai banyak beredar di media sosial (medsos) – mulai dari Instagram hingga Twitter – di kalangan anak-anak muda, seperti generasi milenial dan Generasi Z.

Biasanya, kata ini disematkan berdampingan dengan kata “relationship”. Semua pasti tahu lah ya kalau hubungan yang tidak toxic alias sehat adalah hubungan yang berjalan dua arah – sehingga memenuhi kebutuhan dan keinginan pihak masing-masing.

Namun, kalian tahu tidak kalau ternyata sifat toxic ini bukan hanya ada dalam hubungan saja? Ancaman lingkungan yang toxic ini ternyata juga ada di banyak tempat, termasuk di lingkungan kerja (workplace).

Kami dari media Bangga Kemensos sudah membuat list terkait perusahaan dan tempat kerja mana saja yang pernah dituding memiliki lingkungan kerja yang toxic. Lagipula, persoalan seperti ini juga menjadi persoalan sosial dan tanggung jawab kita bersama sebagai sebuah masyarakat. Berikut tempat-tempat kerja toxic di dalam dan luar negeri:

1. Amazon

Nama Jeff Bezos mungkin bukanlah nama asing lagi bagi kita. Betapa tidak? Nama Bezos kerap muncul sebagai salah satu orang terkaya di Amerika Serikat (AS) – bahkan dunia.

Namun, siapa sangka kalau ternyata perusahaan Amazon yang didirikan dan dipimpin Bezos dituding menjadi perusahaan yang menerapkan lingkungan dan sistem kerja yang toxic? Kabarnya, banyak karyawan Amazon mengeluh dengan tekanan kerja (stress) hingga target dan kuota kinerja yang terlalu tinggi.

Bahkan, sejumlah karyawan juga harus mengikuti aturan pembatasan istirahat untuk ke kamar kecil. Alhasil, para karyawan harus menghadapi sejumlah persoalan kesehatan mental akibat toxic workplace ini.

2. Ellen DeGeneres Show

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Ellen DeGeneres? Sosok komedian dan pembawa acara asal AS ini merupakan salah satu figur publik yang terkenal ramah dan memiliki kontribusi besar bagi masyarakat – bahkan pernah menerima penghargaan Medal of Freedom dari Presiden AS Barack Obama pada tahun 2016 silam.

Tapi, siapa sangka  sosok Ellen yang baik nan seru itu ternyata memiliki sifat yang berseberangan di balik layar kaca? Kabarnya, staf Ellen kerap mendapatkan komentar tidak sedap – bahkan juga ada komentar bernada rasis.

Baca Juga: Ganjar Siap Labrak Risma?

Dorongan Mundur untuk Risma

3. Pandji Pragiwaksono

Pada awal tahun 2021 lalu, komedian Pandji Pragiwaksono mengunggah sebuah cuitan di Twitter yang menuai kontroversi. Kala itu, Pandji menceritakan bahwa dirinya tidak segan untuk membicarakan pekerjaan dengan para karyawannya di waktu-waktu yang bisa dibilang bukan jam kerja – seperti kala dini hari bahkan akhir pekan.

Banyak pengguna Twitter akhirnya mengkritik Pandji. @margianta (Margianta S.J.D.) misalnya memberikan saran pada para karyawan soal bagaimana caranya untuk menghadapi bos atau atasan yang dinilai toxic, seperti dengan membuat union, bernegosiasi, hingga mogok kerja dan mengundurkan diri.

4. Kemensos

Ternyata, bukan hanya perusahaan swasta dan pribadi saja yang bisa menciptakan lingkungan toxic. Siapa sangka ternyata kantor pemerintahan juga bisa menjadi toxic?

Kementerian Sosial (Kemensos), misalnya, dianggap toxic dengan perangkat kerjanya yang berantakan. Lambatnya proses dan sengkarutnya data bantuan sosial (bansos) adalah salah satu hal yang membuat lingkungan kerja Kemensos tidak nyaman.

Ini terlihat dari ekspresi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) yang tampaknya selalu tidak nyaman ketika menemukan hal-hal toxic tersebut. Terakhir, Bu Risma kembali marah ketika menemukan banyak bansos yang belum tersalurkan di Jember, Jawa Timur (Jatim).

Sama seperti saran Margianta kala kasus Pandji, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Jazilul Fawaid akhirnya menyarankan agar Bu Risma mundur saja apabila terus marah-marah. Kan, kasihan juga nanti Bu Risma kalau dibuat stress terus.

Ya, itu tadi adalah empat tempat kerja yang bisa dibilang toxic berdasarkan sejumlah kabar yang beredar di masyarakat. Kalau tempat kerja kalian, bagaimana? Hati-hati ya kalau kalian menemukan gejala yang mirip di workplace kalian. (A43)

Baca Juga: Pasrah Risma Beri Bansos?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?