Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Saatnya Risma Mundur dari Mensos?

Saatnya Risma Mundur dari Mensos?


A43 - Thursday, September 2, 2021 21:00
Tri Rismaharini (Risma) kala masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya menceramahi para pelajar yang dikabarkan ikut berunjuk rasa dalam gelombang demonstrasi yang menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) pada Oktober 2020 silam. (Foto: Twitter/@BanggaSurabaya)

0 min read

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) kembali marah-marah ketika menemukan bantuan sosial (bansos) yang belum tersalurkan di Jember, Jawa Timur. Alhasil, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Fraksi PKB Jazilul Fawaid memberi saran agar Risma mundur dan meletakkan jabatannya sebagai Mensos.


PinterPolitik.com

Banyak dari kalian pasti pernah mendengar kata “toxic”. Kata satu ini mulai banyak beredar di media sosial (medsos) – mulai dari Instagram hingga Twitter – di kalangan anak-anak muda, seperti generasi milenial dan Generasi Z.

Biasanya, kata ini disematkan berdampingan dengan kata “relationship”. Semua pasti tahu lah ya kalau hubungan yang tidak toxic alias sehat adalah hubungan yang berjalan dua arah – sehingga memenuhi kebutuhan dan keinginan pihak masing-masing.

Namun, kalian tahu tidak kalau ternyata sifat toxic ini bukan hanya ada dalam hubungan saja? Ancaman lingkungan yang toxic ini ternyata juga ada di banyak tempat, termasuk di lingkungan kerja (workplace).

Kami dari media Bangga Kemensos sudah membuat list terkait perusahaan dan tempat kerja mana saja yang pernah dituding memiliki lingkungan kerja yang toxic. Lagipula, persoalan seperti ini juga menjadi persoalan sosial dan tanggung jawab kita bersama sebagai sebuah masyarakat. Berikut tempat-tempat kerja toxic di dalam dan luar negeri:

1. Amazon

Nama Jeff Bezos mungkin bukanlah nama asing lagi bagi kita. Betapa tidak? Nama Bezos kerap muncul sebagai salah satu orang terkaya di Amerika Serikat (AS) – bahkan dunia.

Namun, siapa sangka kalau ternyata perusahaan Amazon yang didirikan dan dipimpin Bezos dituding menjadi perusahaan yang menerapkan lingkungan dan sistem kerja yang toxic? Kabarnya, banyak karyawan Amazon mengeluh dengan tekanan kerja (stress) hingga target dan kuota kinerja yang terlalu tinggi.

Bahkan, sejumlah karyawan juga harus mengikuti aturan pembatasan istirahat untuk ke kamar kecil. Alhasil, para karyawan harus menghadapi sejumlah persoalan kesehatan mental akibat toxic workplace ini.

2. Ellen DeGeneres Show

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Ellen DeGeneres? Sosok komedian dan pembawa acara asal AS ini merupakan salah satu figur publik yang terkenal ramah dan memiliki kontribusi besar bagi masyarakat – bahkan pernah menerima penghargaan Medal of Freedom dari Presiden AS Barack Obama pada tahun 2016 silam.

Tapi, siapa sangka  sosok Ellen yang baik nan seru itu ternyata memiliki sifat yang berseberangan di balik layar kaca? Kabarnya, staf Ellen kerap mendapatkan komentar tidak sedap – bahkan juga ada komentar bernada rasis.

Baca Juga: Ganjar Siap Labrak Risma?

Dorongan Mundur untuk Risma

3. Pandji Pragiwaksono

Pada awal tahun 2021 lalu, komedian Pandji Pragiwaksono mengunggah sebuah cuitan di Twitter yang menuai kontroversi. Kala itu, Pandji menceritakan bahwa dirinya tidak segan untuk membicarakan pekerjaan dengan para karyawannya di waktu-waktu yang bisa dibilang bukan jam kerja – seperti kala dini hari bahkan akhir pekan.

Banyak pengguna Twitter akhirnya mengkritik Pandji. @margianta (Margianta S.J.D.) misalnya memberikan saran pada para karyawan soal bagaimana caranya untuk menghadapi bos atau atasan yang dinilai toxic, seperti dengan membuat union, bernegosiasi, hingga mogok kerja dan mengundurkan diri.

4. Kemensos

Ternyata, bukan hanya perusahaan swasta dan pribadi saja yang bisa menciptakan lingkungan toxic. Siapa sangka ternyata kantor pemerintahan juga bisa menjadi toxic?

Kementerian Sosial (Kemensos), misalnya, dianggap toxic dengan perangkat kerjanya yang berantakan. Lambatnya proses dan sengkarutnya data bantuan sosial (bansos) adalah salah satu hal yang membuat lingkungan kerja Kemensos tidak nyaman.

Ini terlihat dari ekspresi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) yang tampaknya selalu tidak nyaman ketika menemukan hal-hal toxic tersebut. Terakhir, Bu Risma kembali marah ketika menemukan banyak bansos yang belum tersalurkan di Jember, Jawa Timur (Jatim).

Sama seperti saran Margianta kala kasus Pandji, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Jazilul Fawaid akhirnya menyarankan agar Bu Risma mundur saja apabila terus marah-marah. Kan, kasihan juga nanti Bu Risma kalau dibuat stress terus.

Ya, itu tadi adalah empat tempat kerja yang bisa dibilang toxic berdasarkan sejumlah kabar yang beredar di masyarakat. Kalau tempat kerja kalian, bagaimana? Hati-hati ya kalau kalian menemukan gejala yang mirip di workplace kalian. (A43)

Baca Juga: Pasrah Risma Beri Bansos?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait