HomeCelotehSaatnya Puan Selamatkan JHT?

Saatnya Puan Selamatkan JHT?

Kecil Besar

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani mengkritik kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) No. 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Program Jaminan Hari Tua (JHT) yang mengharuskan pekerja sudah berusia 56 tahun untuk mencairkan dana JHT. Tidak hanya Puan, kebijakan ini pun dikritik oleh berbagai pihak karena dianggap tidak peka terhadap kebutuhan buruh di tengah pandemi.


PinterPolitik.com

Hari yang indah di negeri Nusantara dalam alternate universe Bumi-45 tiba-tiba berubah menjadi gelap. Tanpa diantisipasi sebelumnya, ternyata, sebuah perubahan besar terjadi.

Perubahan ini terjadi dari sebuah gedung yang terletak di Jl. Gatot Subroto, Jayakarta. Gedung itu merupakan Gedung Kemnaker di mana Prof. Ida melakukan berbagai eksperimen ilmiahnya.

Sebuah kecelakaan pun terjadi. Sebuah virus yang diberi nama JHT (Jelas Hak Terampas)  oleh Prof. Ida pun bocor dan tersebar ke masyarakat umum. Kelompok yang rentan – seperti buruh dan pekerja – menjadi kelompok yang paling terdampak.

Kelaparan melanda dan membuat banyak orang mengalami kesulitan. Pandemi JHT-56 ini pun hanya menyisakan memori akan orang-orang tersayang yang pergi terlebih dahulu.

Mendengar berbagai persoalan ini, sosok pahlawan perempuan yang bernama Puwan muncul. Meski awalnya panik karena banyak zombie bangkit karena virus ini – khususnya mereka yang akhirnya sudah berusia 56 tahun ketika masih hidup, Puwan pun membantu mencarikan penawar (antidote) bagi masyarakat negeri Nusantara.


Baca Juga: Sedih Puan Tidak Disambut Gubernur


Puwan: Prof. Ida, bagaimana ini? Virus JHT ini sungguh membuat banyak orang susah. Masa sih virus ini nggak peka gitu? Ekonomi juga sedang susah.

Prof. Ida: Maaf, Mbak Puwan. Ini kami sudah siapkan antidote-nya. Namanya JKP.

Puwan: Ini siapa sih yang mengembangkan virus JHT-56 ini? Bukan JKT-48 ya maksud saya.

Prof. Ida: Ini kami kembangkan dari kode genetik UU-SJSN yang dikembangkan di masa kepemimpinan ibunya Mbak Puwan, Ibu Meg.

Puwan: Apa?! (terkejut diiringi nada ala sinetron)

Zombie 1: Manaa…? Mana JHT saya…?

Zombie 2: Saya harusnya berusia 56 tahun sekarang…

Puwan: Cepat! Berikan apa yang mereka butuhkan! 


Mampukah Puwan menyelamatkan para warga yang terjangkiti JHT-56? Mungkinkah ini mempengaruhi tahun politik 2024? Pasalnya, bila virus ini banyak menjangkiti masyarakat negeri Nusantara, siapa yang bakal bisa berpartisipasi di tahun tersebut? Bukan begitu? (A43)

Baca Juga: Puan Perlu “Bertapa” untuk 2024?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?

Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia? 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu?