HomeCelotehSaat Jusuf Kalla Jadi Oracle

Saat Jusuf Kalla Jadi Oracle

Kecil Besar

“Kalau ditanya, kapan kira-kira pandemi COVID-19 ini selesai. Saya perkirakan di Indonesia baru bisa selesai pada tahun 2022. Karena yang bisa menyelesaikan ini hanya vaksin, dan uji klinis vaksin itu baru bisa keluar antara Januari-Februari 2021″. – Jusuf Kalla, Ketua Umum PMI


PinterPolitik.com

Kata peramal atau oracle adalah sebutan untuk orang yang punya kemampuan dalam segala kebijaksanaan dan pengetahuannya bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan.

Salah satu oracle yang kisahnya paling bersejarah adalah Pythia yang adalah seorang imam tertinggi di Kuil Apollo yang ada di Delphi. Kisah tentang Pythia ini ada di banyak dokumen yang ditulis oleh penulis-penulis Yunani klasik, mulai dari Aristoteles hingga Xenophon.

Intinya, Pythia yang namanya diambil dari Python – makhluk semacam naga dalam mitologi Yunani, yang kini dipakai namanya untuk jenis ular berukuran besar – menjadi tempat konsultasi dan meminta petunjuk terkait event yang akan terjadi di masa depan.

Kebijaksanaan dan pengetahuan – itulah dua hal yang identik dengan seorang peramal. Mungkin konteks serupa bisa juga dilihat dalam diri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla alias Pak JK. Doi kini menjabat sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI).

Nah, beberapa waktu lalu JK sempat “meramalkan” kapan kira-kira Covid-19 akan berakhir di Indonesia. Menurut doi, butuh waktu bagi Indonesia sampai tahun 2022 untuk sepenuhnya pulih dari pandemi ini.

Katanya vaksin Covid-19 di Indonesia baru siap tersedia pada pertengahan tahun 2021 dan butuh waktu lebih dari satu tahun untuk memberi vaksin setidaknya kepada 70 persen populasi Indonesia.

Selain itu, negara-negara produsen vaksin Covid-19 seperti Tiongkok, Inggris, dan Amerika Serikat dipercaya akan mengutamakan kebutuhan dalam negerinya, sebelum mengirimkannya ke negara lain, termasuk Indonesia.

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Untuk angka vaksinasi 70 persen terhadap populasi itu pun bisa tercapai kalau setiap harinya ada 1 juta orang yang divaksin. Padahal, kemampuan Indonesia saat ini maksimum hanya 30.000 spesimen per hari, walaupun beberapa hari terakhir mampu mencapai lebih dari 40.000 spesimen per hari.

Layaknya oracle, JK kemudian menyebut kemampuan pemberian vaksin pada pertengahan tahun 2021 kira-kira hanya bisa diberikan kepada 500.000 orang setiap harinya.

Hmm, luar biasa juga ya hitung-hitungannya Pak JK. Nggak salah sih doi bisa jadi wakil presiden yang nota bene kala itu banyak berhubungan dengan persoalan ekonomi.

Dan bicara soal ramal-meramal ini, udah pernah dibuktikan langsung loh oleh Pak JK. Dulu doi lah yang mengusulkan Anies Baswedan agar dicalonkan oleh Prabowo Subianto dan partainya pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Hasilnya? Anies menang dan saat ini jadi Gubernur DKI Jakarta.

Wih, sakti nih Pak JK. Emang, kalau udah banyak pengalaman dan bijaksana, maka perhitungannya bisa semakin tepat. Mungkin belum sampai level Pythia, tapi setidaknya layak nih buat Pak Jokowi dan menteri-menterinya konsultasi sama doi soal penanganan Covid-19. Uppps. (S13)


Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.