HomeCelotehRocky Gerung Geruduk Megawati?

Rocky Gerung Geruduk Megawati?

Kecil Besar

“Ini megaskandal, bukan skandal mega, walaupun orang ambil asosiasi ke belakang bahwa Sjamsul Nursalim itu kroninya siapa”. – Rocky Gerung, Pengamat Politik


PinterPolitik.com

BLBI. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Kalau dengar singkatan ini, sudah pasti yang langsung terpikirkan dalam benak kita adalah kasus penyelewengan keuangan negara yang terjadi pada beberapa bank pasca krisis 1998.

Kasus ini ibarat sebuat legenda yang belum terpecahkan misterinya hingga saat ini, terutama terkait siapa yang seharusnya bertanggungjawab di balik penerbitan Surat Keterangan Lunas alias SKL bagi para obligor BLBI.

Well, sebenarnya gambaran siapa yang harus bertanggungjawab sudah ada sih, cuma apakah penegak hukumnya berani untuk mengambil tindakan terhadap orang-orang yang bertanggungjawab itulah yang mungkin jadi misteri terbesarnya.

Setidaknya itulah yang diyakini oleh Mahaguru Akal Sehat Indonesia – buset dah julukannya hehehe – Rocky Gerung. Dosen filsafat yang kini lebih suka disebut sebagai pengamat politik ini berkomentar terkait penerbitan surat perintah penghentian penyidikan alias SP3 yang diterbitkan oleh KPK untuk kasus yang menjerat Sjamsul Nursalim, salah satu obligor BLBI.

Baca Juga: Berani Jokowi Senggol Keluarga Cendana?

SP3 ini merupakan rekor tersendiri untuk KPK karena menjadi yang pertama diterbitkan sejak revisi Undang-Undang KPK dilakukan oleh pemerintah dan DPR.

SP3 untuk Sjamsul Nursalim ini tergolong “aneh” karena pimpinan KPK di periode sebelumnya pernah menyatakan bahwa kasus Sjamsul berpotensi merugikan negara hingga Rp 3,7 triliun. Iyess, Rp 3 triliun ditambah Rp 700 miliar. Itu kalau dipakai buat beli permen kapas, udah bisa kayaknya menutupi seluruh laut Jawa. Hehehe.

Makanya, ketika KPK mengeluarkan SP3, banyak pihak jadi bertanya-tanya soal itu.

Nah, Bung Rocky mengomentarinya dengan menyebut bahwa kasus ini adalah “sebuah megaskandal, bukan skandal mega”. Sekalipun kutipan pemberintaan atas pernyataan yang ia keluarkan di kanal YouTube-nya itu ditulis “mega” dengan huruf depan kecil, besar kemungkinan yang dimaksudkan oleh Rocky adalah “Mega” dengan huruf depan kapital.

Yepp, bisa saja Rocky merujuk pada Megawati Soekarnoputri yang ketika kasus BLBI bergulir menjabat sebagai presiden. Banyak pihak memang mempersalahkan kasus BLBI ini sebagai akibat kebijakan Mega yang menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2002 yang berujung pada penerbitan SKL untuk obligor yang sebetulnya belum melunasi kewajibannya.

Emang sih banyak pihak menyebutkan bahwa Bu Mega nggak bisa disalahkan terkait kasus SKL BLBI ini. Tapi, jika dasar yang dipakai adalah Instruksi Presiden alias Inpres, maka itu bisa jadi perdebatan lanjutan. Soalnya, Inpres itu sifatnya arahan dan bukan dasar hukum mengikat seperti Perpres atau Keppres.

Hmm, berani juga ya Bung Rocky menyindir-nyindir soal itu. Bahasanya juga belok-belok hehehe. Apapun itu, Indonesia kayaknya emang butuh Sherlock Holmes untuk memecahkan kasus BLBI ini. Biar hukum benar-benar ditegakkan dan berkeadilan untuk semua. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

“Karakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyata”. – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Anas Urbaningrum Segera Tantang SBY?

Baliho Anas Urbaningrum tiba-tiba terpasang di dekat Cikeas. Apakah mungkin Anas segera tantang SBY selepas bebas dari penjara?

More Stories

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Komprador Gurita Batu Bara

Pemadaman listrik bergilir kembali menghantui sejumlah wilayah Indonesia. Di baliknya, PLN menghadapi defisit 20 juta ton batu bara yang belum dikontrak dari total kebutuhan 154 juta ton per tahun. Menteri Bahlil sempat membantah, namun tim koordinasi darurat sudah dibentuk — tanda masalah ini lebih serius dari yang diakui.

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...