HomeCelotehRizal Ramli Bongkar Kedok Partai?

Rizal Ramli Bongkar Kedok Partai?

Kecil Besar

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Rizal Ramli (RR) jelaskan soal gugatannya – sebut ingin hentikan praktik demokrasi kriminal ala partai besar.


PinterPolitik.com

Di saat kita menemu jalan buntu dalam kehidupan, terkadang kita akan bingung harus mencari ke mana lagi petunjuk. Kadang, kita hanya perlu teman cerita atau seseorang yang mampu memberikan jawaban atas segala persoalan kita.

Tentunya, jawaban atas segala persoalan bukan hanya ada di Pegadaian. Pasalnya, ada juga sebuah lembaga negara yang biasa bergerak memberikan jawaban di bidang hukum, yakni Mahkamah Konstitusi (MK).

Kalau nggak percaya, coba aja tanya Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma). Bu Risma kan akhir-akhir ini juga dipersoalkan tuh oleh salah satu pasangan calon Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 2020, yakni Machfud Arifin dan Mujiaman.

Nah, upaya untuk mencari jawaban dan keadilan juga dilakukan oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Rizal Ramli (RR). Pak RR ini menggugat presidential threshold (ambang batas presiden) yang terkandung dalam Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) agar diubah dari 20 persen menjadi nol persen.

Tapi nih, sedihnya, gugatannya Pak RR malah ditolak oleh MK nih. Katanya sih, para hakim menilai bahwa peraturan terkait ambang batas presiden tidak merugikan pemohon secara konstitusional.

Menanggapi hal ini, Pak RR akhirnya beberapa waktu lalu menjelaskan tuh mengapa dirinya mengajukan gugatan tersebut. Kata mantan Menko Maritim tersebut, peraturan itu hanya menguntungkan partai-partai besar aja.

Baca Juga: Rizal Ramli-Sri Mulyani: Musuh Abadi?

Revisi Pemilu Gambaran Poros 2024

Alhasil, para calon pemimpin eksekutif – presiden, gubernur, wali kota, hingga bupati – disebutnya harus menyewa partai-partai politik tersebut agar bisa maju. Berdasarkan pernyataan Pak RR, biaya sewa partai-partai besar ini bisa mencapai Rp 30 miliar – Rp 1 triliun lho.

Waduh, apa kabar kita yang mau beli snack aja harus mikir lagi? Hmm. Bahkan nih, Pak RR juga menjelaskan secara rinci bahwa para calon pemimpin eksekutif harus menyiapkan biaya kompetisi yang berkisar sekitar Rp 30-50 miliar untuk calon bupati, Rp 100-300 miliar untuk calon gubernur, dan Rp 1 triliun untuk calon presiden.

Baca juga :  Cahaya Harapan MK untuk Keterwakilan Perempuan

Saking kesalnya, Pak RR menyebutkan bahwa praktik semacam ini adalah demokrasi kriminal. Waduh, mungkin, kriminal yang dimaksud ini mirip-mirip lagunya Michael Jackson yang judulnya “Smooth Criminal” ya? Too smooth.

Tapi nih, Pak RR ini kenapa ya kok bisa mengungkapkan angka-angka ini secara rinci ya? Apa sebelumnya mantan Menko Maritim tersebut udah mencari-cari informasi ya? Wah, kalau iya, Pak RR ini semacam tokoh detektif kondang yang bernama Sherlock Holmes ya. Hehe.

Hmm, bagi yang suka banget dengan cerita Sherlock Holmes, pasti tahu juga tuh siapa The Red-Haired League (Liga Rambut Merah). Liga misterius ini pun ikut dibongkar lho misterinya oleh Holmes.

Wah, apakah mungkin gugatannya Pak RR juga upaya untuk mengungkapkan misteri partai-partai besar ya? Mungkinkah Liga Rambut Merah di kisah RR adalah liga berbaju merah – seperti PDIP? Hehe.

Ya, terlepas dari itu semua, persoalan ambang batas presiden ini memang masih jadi perdebatan kok. Ada sejumlah partai yang ingin ambang batas itu turun. Ada juga yang malah minta tetap 20 persen ke atas. Masyarakat bisa menilai sendiri lah mana yang berkepentingan. Hehe. (A43)

Baca Juga: Rizal Ramli Untuk Presiden 2024?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

“Karakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyata”. – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Anas Urbaningrum Segera Tantang SBY?

Baliho Anas Urbaningrum tiba-tiba terpasang di dekat Cikeas. Apakah mungkin Anas segera tantang SBY selepas bebas dari penjara?

More Stories

Fathimah Azzahra dan Warisan STOVIA

Seorang mahasiswi kedokteran memukau publik di panggung debat nasional. Mengapa cara bicaranya yang tenang justru terasa begitu radikal? 

Inul, Naykilla, dan Kebangkitan ‘Centil-isme’

Dari gaya dan goyang yang dulu dicekal, "centil" kini jadi identitas yang dirayakan. Apa yang sebenarnya sedang naik?

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?