HomeCelotehRidwan Kamil-Sandiaga Uno Untuk 2024?

Ridwan Kamil-Sandiaga Uno Untuk 2024?

Kecil Besar

“Gercep, Geber dan Gaspol bersama Kang @ridwankamil. Gerak cepat, gerak bersama dan garap semua potensi lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya di wilayah Jawa Barat”. – Sandiaga Uno, Menparekraf


PinterPolitik.com

Setelah ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif alias Menparekraf, Sandiaga Uno boleh jadi langsung kerja cepat sana-sini dan berusaha untuk membantu menghidupkan kembali sektor pariwisata yang mati suri akibat pandemi Covid-19.

Buat yang ngikutin aktivitas Bang Sandi di media sosialnya, pasti bisa menyaksikan bagaimana doi berkunjung dari satu daerah ke daerah lain untuk tujuan utama menggerakkan kembali roda pariwisata. Wacana program Satgas Toilet Nasional misalnya menjadi salah satu program untuk menjamin ketersediaan toilet yang baik di kawasan pariwisata.

Baca Juga: UU Ciptaker, Awal Plutokrasi Indonesia?

Iya lah, kalau toiletnya buruk, pasti banyak orang yang mikir-mikir juga mau datang ke pantai atau ke tempat wisata lain.

Nah, aksi gercep Bang Sandi ini juga dibarengi dengan kolaborasi. Doi getol bertemu dengn banyak tokoh untuk membahas potensi pariwisata atau kerja sama tertentu. Yang terbaru adalah pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Kali ini mereka membicarakan potensi wisata di Jawa Barat yang ternyata berkontribusi besar secara nasional loh. Tercatat setiap tahunnya hampir 62 juta wisatawan berkunjung ke Jawa Barat. Jumlah tersebut tentu saja sangat besar.

Makanya Sandi bertemu dengan Kang Emil untuk membicarakan langkah-langkah yang bisa diambil demi mengoptimalkan potensi wisata tersebut.

Nah, gara-gara pertemuan ini, seperti biasanya para netizen maha benar melemparkan wacana-wacana baru. Salah satunya adalah menjodohkan Kang Emil dengan Bang Sandi untuk Pilpres 2024. Iyess, Pilpres 2024.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Keduanya dianggap sebagai pasangan yang serasi dan cocok kalau jadi satu paket capres-cawapres.

Hmmm, iya sih. Dua-duanya masih muda dan progresif. Lalu, citra mereka di hadapan publik juga sudah sangat baik. Permasalahannya tinggal bagaimana keduanya mendapatkan dukungan partai politik.

Di atas kertas, dengan posisi Sandi yang saat ini ada di pemerintah dan Kang Emil juga yang saat ini ada di pemerintahan daerah, sulit dikalahkan nih kalau beneran terwujud pasangan ini.

Menarik untuk ditunggu apakah keduanya benar-benar bisa jadi satu paket calon di 2024 mendatang. (S13)


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

“Karakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyata”. – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.