HomeCelotehRidwan Kamil Hati-Hati Tersenggol

Ridwan Kamil Hati-Hati Tersenggol

Kecil Besar

“Tadi rapat dengan Presiden, dengan menteri, dan gubernur seluruh Indonesia. Arahannya, untuk pandemi, agar daerah memfokuskan persiapan WFH untuk daerah yang kenaikan (kasus Covid-19)-nya tinggi, termasuk Jabar”. – Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat


PinterPolitik.com

Beberapa hari lalu sempat ramai beredar video yang menampilkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang nyaris terserempet pengendara motor lain di salah satu lampu merah di Kota Bandung.

Video tersebut mengundang reaksi beragam dari warganet yang mayoritas mengecam aksi pengendara motor tersebut yang dianggap membahayakan orang lain. Selain karena konteks aksinya bisa saja berbahaya, orang yang dibahayakan juga bukan sosok sembarangan. Gubernur cuy. Juga calon presiden untuk 2024. Uppps, kalau Kang Emil niat maju sih. Hehehe.

Bicara soal senggol menyenggol ini, emang jadi bahasan yang bisa ditarik-tarik ke dunia politik. Apalagi berkaca dari survei terbaru yang dikeluarkan oleh Voxpopuli Research Center. Ini masih ada kaitannya dengan Kang Emil.

Baca juga: Misi Rahasia Risma Jegal Anies?

Dalam survei tersebut, angka elektabilitas Kang Emil emang menurun tipis dibandingkan periode survei sebelumnya, yakni dari 13,2 persen 12,8 persen. Emang sih, penurunannya tipis, tapi tetap kudu diwaspadai.

Soalnya, sekarang pembacaan politik untuk Pilpres 2024 sedang ramai-ramainya loh. Apalagi pasca pengangkatan Tri Rismaharini dan Sandiaga Uno sebagai menteri di kabinet Presiden Jokowi. Soalnya, dua tokoh ini juga sedang “dibaca-baca” peruntungannya jelang Pilpres 2024.

Keduanya sama-sama populer dan saat ini punya jabatan publik yang bisa menjadi sarana menarik perhatian publik. Artinya, bukan tidak mungkin Kang Emil jadi nambah saingannya nih. Apalagi, sudah ada kandidat yang cukup kuat macam Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Baca juga :  Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Jangan sampai Kang Emil beneran kena senggol dalam dunia politik nih. Awas nanti jatuh. Uppps. Soalnya dalam beberapa waktu sebelum-sebelumnya Kang Emil-lah yang biasanya ada terdepan bersaing dengan Prabowo Subianto, bahkan sempat mengungguli Pak Menhan itu dalam beberapa survei.

Jangan sampai kayak Marc Marquez di musim balap MotoGP 2020. Doi awalnya dijagokan sebagai pebalap terkuat yang bakal memenangkan pertarungan. Eh, nggak taunya di balapan pertama aja doi udah langsung tersungkur dan bahkan mengalami cedera parah. Akhirnya sia-sia mimpi Marquez buat jadi juara dunia lagi karena nggak bisa ikutan balap satu musim penuh.

Semoga Kang Emil nggak mengalami hal yang sama ya. Udah pernah ada acara bareng Marc Marquez kan beberapa tahun lalu. Semoga nggak ketularan kesialannya hehehe. (S13)


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.