HomeCelotehPrabowo Guru BP Andika-Dudung?

Prabowo Guru BP Andika-Dudung?

Kecil Besar

“Ini semua menjadi rahasia umum Pak, rahasia umum. Jenderal Andika, di mana ada Jenderal Andika tidak ada KSAD” – Effendi Simbolon, anggota Komisi I DPR RI


PinterPolitik.com

Beberapa hari lalu, ada momen menarik saat Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI. 

Saat itu, Prabowo tidak hadir sendirian, ia didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan semua Kepala Staf Angkatan TNI, termasuk KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. 

Fast forward, menjelang rapat berakhir, Prabowo mengajak Andika dan Dudung untuk foto bersama. Menariknya, ia merekatkan kedua tangan Jenderal TNI AD itu, sambil tertawa lepas satu dengan lainnya. 

Sontak, pose salam komando yang diinisiasi Prabowo seolah mempunyai makna simbolik tersendiri. Makna yang berarti kalau antara Andika dan Dudung sebenarnya tidak terjadi apa-apa. 

Sedikit memberikan konteks, hubungan Andika dan Dudung disebut sempat memanas beberapa waktu kemarin. Disharmonisasi terkuak di publik saat anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menyindir keduanya yang tampak terjebak peta konflik. 

Nah, momentum salaman antara Andika dan Dudung sekiranya mempunyai cerita politik di baliknya. Foto itu seolah memberikan makna kalau Prabowo mampu mendamaikan konflik dua Jenderal TNI itu. 

Perlu diingat, momentum dalam politik sangat berpengaruh. Seorang politisi sangat jeli untuk mengkonversi sebuah momentum demi kepentingan politiknya. Dan Prabowo mungkin menyadari berpengaruhnya momentum itu untuk diberi makna politik. 

image 107
Andika-Dudung Diam-diam Ribut?

Tafsir politik terhadap foto yang ditangkap oleh kamera rupanya tidak bisa dianggap remeh loh, mungkin kebanyakan dari kita hanya berpikir ini kebetulan saja. 

Padahal, saat ini kita memasuki abad “maha foto”, di mana kebanyakan orang termasuk politisi sangat sadar atas mahakuasa dari sebuah gambar. 

Tschauhan dalam tulisannya Why Images Speak Louder Than Words, menjelaskan kamera mampu menyiratkan berbagai makna dikarenakan banyak variabel yang berpengaruh dalam memaknai sebuah foto. 

Baca juga :  Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto

Wah, berarti foto itu juga bisa dipahami kalau Pak Prabowo mampu menjadi moderator yang baik. Dengan berhasil mengajak duduk bersama dua orang yang bersitegang, itu memberikan citra kalau manajemen konflik Prabowo telah teruji. 

Citra ini akan menjadi modal politik Prabowo dalam kompetisi politik di 2024. Dengan adanya citra sebagai moderating force, membuat Prabowo mudah mengkampanyekan anti politik fragmentasi yang juga menjadi isu publik. 

Hmm, tapi kalo kita lihat lagi secara seksama, kok peran Pak Prabowo mirip dengan guru Bimbingan Konseling (BK) ya? 

Bayangkan kalau ruang rapat DPR seperti ruang guru. Lalu, Prabowo layaknya guru BK yang mendamaikan dua murid yang sedang bertengkar di depan para guru.

Eits, tunggu dulu, anggota DPR di sini kita ibaratkan seolah-olah guru ya, bukan murid yang lain loh. Soalnya kalau mereka murid, nanti mereka jadi ikut berantem dong. Uppsss. Hehehe. (I76)


Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...