HomeCelotehPrabowo-Cak Nun, Sahabat untuk 2024?

Prabowo-Cak Nun, Sahabat untuk 2024?

Kecil Besar

“Tadi saya sudah mengatakan, ini sahabat saya yang paling tidak saya pahami,” –  Emha Ainun Najib (Cak Nun), Sastrawan


PinterPolitik.com

Kedekatan antara Emha Ainun Najib (Cak Nun) dan Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto sedang ramai jadi pembicaraan – terlebih saat satu panggung di acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur (Jatim).

Pada salah satu sesi acara, Cak Nun mengatakan bahwa Prabowo Subianto merupakan sahabatnya yang paling tak bisa dipahami. Meski demikian, ia tetap memahami apa yang dikatakan Prabowo dalam acara itu.

Anyway, mungkin saat ini banyak orang yang mengenal nama Cak Nun. Namun, mungkin tak semua orang benar-benar mengenal tentang bagaimana sepak terjangnya sehingga ia menjadi salah satu tokoh yang berpengaruh bagi “kaum santri”.

Sedikit memberikan konteks, Cak Nun bukan hanya dikenal sebagai sastrawan, budayawan, cendekiawan,dan pekerja sosial, melainkan juga kiai (pemimpin spiritual), artis, dan sederet sebutan lainnya.

Sebagai seorang pekerja sosial, aktivitas Cak Nun lebih banyak bersentuhan dengan persoalan pengembangan potensi masyarakat. Kemampuan Cak Nun dalam membaur dengan masyarakat ditunjukkan dengan menyelenggarakan berbagai pertemuan sosial di berbagai wilayah di Indonesia.

Sebut saja komunitas Padhangmbulan Jombang yang merupakan salah satu acara rutin yang diselenggarakan oleh Cak Nun setiap tanggal 15 bulan Jawa – atau tepat pada saat malam bulan purnama.

Kemudian, ada Jamaah Maiyah Kenduri Cinta Jakarta yang merupakan forum silaturahmi budaya dan kemanusiaan yang dikemas dengan sangat terbuka, non-partisan, ringan, dan dibalut dalam gelar kesenian lintas gender.

Bersama komunitas ini, Cak Nun tercatat menyelenggarakan acara yang diadakan setiap bulan di Taman Ismail Marzuki dan sudah berlangsung sejak tahun 1990-an.

Pada konteks Prabowo sebagai kandidat calon presiden (capres) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, efek kedekatan dengan Cak Nur – bahkan mengikuti acara yang dilakukan – akan menjadi poin penting untuk menaikkan elektabilitas di kalangan santri dan pengikut Cak Nur.

Baca juga :  Negara Penyangga
image 79
Prabowo Kena Cocoklogi Jokowi?

Dan Nimmo dalam bukunya Political Communication and Public Opinion in America mengatakan bahwa pejabat memerlukan seseorang di luar dirinya untuk menjadi komunikator politik. Nimmo melanjutkan bahwa pejabat yang dimaksud adalah mereka yang bercita-cita menduduki posisi tertentu dalam suatu jaringan kekuasaan.

Faktor lain selain Cak Nun yang menguntungkan Prabowo adalah lokasi kegiatan, yaitu di Jatim. Seperti yang kita ketahui kalau data survei dalam sejarah Pilpres 2004 sampai 2019, terbukti pemenang pilpres merupakan pemenang di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jatim.

Artinya, kunjungan Prabowo ke Jatim bukan hanya kunjungan biasa. Jatim adalah rumah warga Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus sejarah “kaum sarungan” dimulai dari tempat ini.

Dapat dimaknai pertemuan Prabowo dengan Cak Nun dapat  dianggap sebagai upaya mengetuk dua pintu sekaligus, yakni pintu dukungan Cak Nun dan juga pintu relung budaya santri yang merupakan kebanyakan pengagum Cak Nun.

By the way, kisah Prabowo dan Cak Nun ini bisa jadi bukti kalau persahabatan merupakan pintu gerbang meraih sukses. Bayangkan, seperti kita kebanyakan yang mengetahui penting arti sahabat untuk mengantarkan kita meraih mimpi.

Hmm, jadi curiga nih. Apakah persahabatan ini hanya sekedar membantu Prabowo ataukah nantinya Can Nun malah menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo? Who knows, kan? Hehehe. (I76)


Prabowo-Sandi Terjebak Operasi Intelijen?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...