HomeCelotehPoros Ketiga, Momok Prabowo

Poros Ketiga, Momok Prabowo

Kecil Besar

“Antara Jokowi dan Prabowo kalau ada paslon ketiga, yang akan lebih dirugikan adalah Prabowo, bukan Jokowi.” ~ Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari.


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]rabowo Subianto merupakan nama yang digadang-gadang dapat menyaingi elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019. Saat ini telah lahir dua poros koalisi antara presiden petahana Jokowi dengan Prabowo, sebagai pihak kompetitor oposisinya. Yang menarik nih, ada indikasi lahirnya poros koalisi ketiga. Sepertinya sih, poros ini justru dapat mengancam eksistensi Prabowo. Penasaran kenapa bisa gitu? Yuk simak ulasan berikut!

Sederhananya, kalau hanya ada dua poros koalisi saja, maka otomatis hanya akan ada dua arah suara. Artinya bagi yang pro Pakde Jokowi, sudah pasti gak pilih Pak Prabowo. Sebaliknya, bagi yang gak percaya dengan hasil kerja pemerintah sekarang ini, udah otomatis akan pilih Pak Prabowo. Ya pilihannya semacam berdasarkan like and dislike gitu deh.

Kalau pilihannya cuma dua, akan lebih mudah bagi Pak Prabowo untuk mengkondisikan cara pandang pemilih berdasarkan tingkat kepercayaan prestasi Jokowi. Sedikit aja diplintir isu tentang gagalnya pemerintahan sekarang dalam membangun negeri dan menyejahterakan masyarakat, maka pasti pemilih Prabowo dengan cepat akan mengamini informasi tersebut. Rumusnya sederhana kok, klik artikel, like, and share, menyebar luas deh informasinya hahaha.

Nah masalahnya nih, kalau ada tiga poros koalisi. Mmm, jadi gak semudah tadi loh simulasinya. Karena yang tidak memilih Pakde Jokowi belum tentu akan memilih Pak Prabowo. Pemilih tersebut akan punya pilihan pada opsi kandidat lain yang dapat mengakibatkan jumlah suara pemilih Pak Prabowo menjadi berkurang cukup signifikan nantinya. Ngeselin banget nih poros koalisi ketiga kalau sampai muncul.

Baca juga :  Iron Cage Menteri PU

Kalau dilihat secara sederhana, sebenarnya hanya ada dua pilihan opsi di Pilpres 2019. Pilih lanjutkan Jokowi atau tidak. Dan saat pilihan masyarakat kontra prestasi Jokowi ini terpecah dalam dua pilihan figur, ya makin kecil deh suara yang kontra Jokowi. Justru ini yang dikhawatirkan Pak Prabowo. Bisa-bisa dia gagal maning jadi Presiden. Mau ikut lagi Pilpres 2024? Ya udah ketuaan atuh. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...